Tanah Bergeser, Puluhan Rumah di Garut Rusak Berat

Salah satu rumah warga yang menjadi korban pergerakan tanah di Kabupaten Garut Jawa Barat, Rabu (11/5/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Sebanyak 84 rumah termasuk empat masjid di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami kerusakan berat akibat terjadinya pergerakan tanah. Ratusan warga pun dihantui ketakutan.

Cegah Corona, 500 Alat Semprot Disinfektan Elektrik Dibagikan di Garut

Undang Suryana, tokoh masyarakat setempat mengaku, saat ini setidaknya kerusakan rumah sudah terjadi di Kampung Ciawi, Slawi, Langkob dan Kampung Sawah Hilir, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Undang mengatakan, di desanya, pergerakan dan tanah retak terjadi hampir satu jam sekali, sehingga membuat warga panik dan mengungsi. "Akhir-akhir ini di wilayah kami, tanah terus bergerak dan terjadi retakan, mengakibatkan puluhan rumah rusak berat," ujarnya, Rabu 11 Mei 2016.

Jumlah ODP Corona di Kabupaten Garut Bertambah 4 Orang

Saat ini kerusakan rumah warga meliputi, bagian dinding, atap, pondasi dan lantai yang terbelah. Selain itu juga ada yang roboh akibat pondasi rumah yang hancur. "Sebagian besar warga sudah mengungsi ke kampung lain yang masih aman," ujarnya menjelaskan.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Garut baru memberikan bantuan bahan makanan, untuk permintaan relokasi pihak pemerintah belum mengabulkan akibat tidak ada anggaran. "Keinginan kami untuk relokasi belum direalisasi, kami baru mendapat bantuan bahan makanan saja," katanya.

Anggota DPRD Garut 'Terciduk' Main Game saat Rapat Paripurna

(mus)

Presiden Jokowi di Tempat Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru

Jokowi Janjikan Relokasi Rumah Warga Korban Erupsi Semeru

Presiden Jokowi menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

img_title
VIVA.co.id
7 Desember 2021