Banjir Bandang Landa Subang, 388 Jiwa Mengungsi

Ilustrasi banjir.
Sumber :
  • Prabu Adie/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Banjir bandang yang terjadi di Kampung Sukamukti, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, mengakibatkan 103 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 388 jiwa mengungsi.

Hal itu dilansir Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam laman bnpb.go.id, Selasa, 24 Mei 2016.

Banjir bandang pada Minggu, 22 Mei 2016, pukul 21.00 WIB itu juga telah mengakibatkan enam orang tewas, lima orang luka berat dan dua orang luka ringan. 

Para korban tewas adalah Parni (50), Eni (45), Nabilah (7), Musa (55), Mae (17) dan Rizal (10). Sementara lima korban luka berat di antaranya adalah Amen (55), Raza (14 bulan), Makmur (47).

Menurut Sutopo, penanganan darurat banjir bandang di Subang, Jawa Barat, terus dilakukan hingga 7 hari ke depan atau 29 Mei 2016. "Selama masa tanggap darurat, fokus utama adalah penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan darurat dari dampak banjir bandang," ujarnya.
 
Penanganan darurat dilakukan Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Subang. Hal itu lantaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang belum terbentuk.

Untuk penanganan darurat, BPBD Provinsi Jawa Barat dibantu oleh TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI dan warga dalam proses evakuasi dan pencarian korban hilang.

Para korban selamat telah dievakuasi ke Balai Desa dan korban luka dibawa ke puskesmas terdekat. Sedangkan korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. 

BPBD Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan sandang dan pangan bagi korban berupa tambahan gizi 120 paket, lauk pauk 120 paket, makanan siap siap saji 120 paket, air mineral 10 dus, selimut 50 lembar.

BPBD Bantul Tidak Tetapkan Status Tanggap Darurat usai Diguncang Gempa Magnitudo 6,4

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Potensi hujan ekstrem masih tinggi sehingga banjir dan longsor masih mengancam banyak wilayah di Indonesia," ujar Sutopo. 

Ilustrasi - Foto Udara kondisi Desa Kaili seusai banjir bandang di Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu, 5 Mei 2024.

Kemendagri Dorong Pemda Terdampak Bencana Pangan Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kementerian Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah yang terdampak bencana pangan segera menetapkan status tanggap darurat bencana bila ada gangguan pasokan pangan.

img_title
VIVA.co.id
6 Mei 2024