Ibu Mendiang Bali Nine: Pak Jokowi, Anda Begitu Kejam
Rabu, 27 Juli 2016 - 12:30 WIB
Sumber :
- REUTERS/Murdani Usman/Files
VIVA.co.id - Raji Sukumaran, ibunda Myuran Sukumaran, mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat Raji tidak untuk mengkritik hukuman mati terhadap anaknya yang dieksekusi pada 29 April 2015.
Â
Raji meminta ?Presiden untuk menghentikan segala hukuman mati. Apalagi, dalam waktu dekat pemerintah akan melangsungkan eksekusi hukuman mati. Dia mengaku tak mengenal siapa-siapa saja yang akan dieksekusi. Namun, ia merasa terpanggil untuk menghentikan proses hukuman itu.
Â
"Saya tidak mengenal orang-orang ini atau kejahatan yang mereka lakukan. Saya tidak mengenal keluarga mereka, sahabat, atau anak-anak mereka. Tetapi, saya mengenal anak saya yang Bapak ambil secara brutal dari saya tahun lalu pada saat ia dieksekusi dengan cara yang paling mengerikan," tulis Raji pada Rabu, 27 Juli 2016.
Â
Raji mengaku secara sadar mengirim surat kepada Presiden Jokowi agar tak lagi melakukan eksekusi hukuman mati kepada siapa pun.? "Saya … kembali memohon belas kasihan, jangan bunuh laki-laki dan perempuan ini. Mereka adalah anak laki-laki, anak perempuan, ayah, ibu, kakak, adik, sahabat dari seseorang," kata Raji dalam suratnya.
Â
Berikut ini surat Raji Sukumaran yang dikirimkan kepada Presiden:
Â
Kepada Yth.
Bapak Presiden Indonesia
Â
Dengan hormat Bapak Presiden,
Â
Nama saya Raji Sukumaran dan saya adalah ibu dari Myuran Sukumaran yang dihukum mati berdasarkan keputusan dari Bapak pada tanggal 29 April 2015 bersama dengan tujuh orang lainnya.Â
Â
Saya sangat ingin menyampaikan kepada Bapak karena saya telah mendengar bahwa Bapak memutuskan untuk menghukum mati lebih banyak orang lagi. Saya tidak mengenal orang-orang ini atau kejahatan yang mereka lakukan. Saya tidak mengenal keluarga mereka, sahabat  atau anak-anak mereka. Tetapi, saya mengenal anak saya yang Bapak ambil secara brutal dari saya tahun lalu pada saat ia dieksekusi dengan cara yang paling mengerikan.Â
Â
Saya sekali lagi mengirim surat kepada Bapak hari ini untuk kembali memohon belas kasihan, jangan bunuh laki-laki dan perempuan ini. Mereka adalah anak laki-laki, anak perempuan, ayah, ibu, kakak, adik, sahabat dari seseorang. Saya tidak bisa membantu mereka tetapi saya memikirkan hari-hari terakhir ketika saya bersama dengan anak saya, ketika kami berjuang untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya mempunyai kesempatan bertemu dengan beberapa yang lain sebelum kematian mereka yang Bapak eksekusi tahun lalu. Saya tahu mereka juga sangat menyesal dan telah menghabiskan waktu yang lama untuk membayar atas kejahatan mereka. Saya memikirkan mereka dan keluarga mereka yang tak berdaya seperti ketika kami menunggu bersama-sama.Â
Halaman Selanjutnya
Â