Kemendagri: Tak Ada Tempat Bagi Kepala Daerah Pemadat

Sejumlah petugas mengawal Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi (kedua kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VIVA.co.id – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan Mantan Bupati Ogan Ilir Noviadi Mawardi (Ovi) terkait Surat Keputusan Mendagri yang mencopot jabatannya sebagai bupati pada Maret 2016 lalu.

img_title Usai Gerebek Anggota DPRD di Jawa Timur Pesta Narkoba, 7 Polisi Polrestabes Surabaya Malah Kena Mutasi

Mendagri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan, Kemendagri tetap menghormati apapun putusan hakim PTUN. Namun, Kemendagri tetap akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Narkoba harus dilawan. Kami menghormati putusan pengadilan. Tapi tidak surut menyatakan banding. Tidak ada tempat bagi pecandu narkoba," ujar Sumarsono di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara 7, Jakarta Pusat, Selasa 16 Agustus 2016.

img_title Polisi Naik KRL saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Penjelasan KAI

"Jadi kita akan gugat. Keberpihakan anti narkoba. Bukan hanya soal administratif. Pokoknya banding sampai kapanpun. Pokoknya banding sampai kapanpun," tegasnya lagi.

Menurut Sumarsono, SK pemberhentian Bupati Ogan Ilir sebagai pendidikan politik bagi seluruh masyarakat, khususnya kepala daerah. Di mana, pemerintah tidak akan memberikan keistimewaan kepada kepala daerah yang nyata-nyata tersangkut kasus narkoba.

img_title Viral! Detik-detik Mencekam Polisi dan BNN Turun dari KRL, Serbu Markas Narkoba di Kampung Bahari, Begini Kronologinya

"Kita ingin menyelamatkan rakyat. Tidak mungkin kasih privilege kepada bupati yang nyata-nyata narkoba. Kita ingin melakukan itu sebagai bagian dari pendidikan politik," ungkap Sumarsono. .

Ia menegaskan, bahwa pemberhentian kepala daerah yang terlibat narkoba sesuai dengan amanah Presiden Joko Widodo. Pemerintah akan tegas, tak ada ampun untuk narkoba. Apalagi, jika ditilik kasusnya, Ovi tertangkap tangan (OTT) langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini OTT. Pemerintah tegas dengan narkoba. Tidak ada ampun narkoba. Seiring dengan langkah Presiden. Bukti ada. Bukti narkoba dari BNN. Lembaga  yang menyatakan narkoba itu BNN," terang dia.

Sebagaimana diketahui, sesuai pasal 80 UU nomor 23 tahun 2014, pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diusulkan kepada presiden untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta kepada menteri untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota, berdasarkan putusan Mahkamah Agung atas pendapat DPRD bahwa kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah dinyatakan melanggar sumpah/janji jabatan.

Ilustrasi polisi

7 Polisi Malah Dimutasi Usai Gerebek Anggota DPRD di Jawa Timur Pesta Narkoba, Begini Dalih Kapolrestabes Surabaya

Mutasi tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah menangkap tiga anggota DPRD di Jawa Timur, yang terlibat pesta narkoba kini memasuki babak baru.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut