Ketua KPK Yakin Korupsi e-KTP Libatkan Banyak Orang

Ketua KPK, Agus Rahardjo.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Moh Nadlir

VIVA.co.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meyakini korupsi Rp2,3 triliun pada proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tidak dinikmati satu-dua orang saja.

img_title Struktur KPK Gemuk, Dewas Sudah Ingatkan Firli Bahuri Cs

Penyidik KPK, katanya, terus memeriksa orang-orang yang diduga terlibat dan mengetahui kasus itu, seperti Azmin Aulia, adik mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, yang telah diperiksa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya masih pada keyakinan kalau kerugian negara banyak, pelakunya tidak mungkin hanya dua orang," kata Agus di kantornya di Jakarta pada Senin, 14 November 2016.

img_title KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi Dirgantara Indonesia

Proyek e-KTP yang diusut KPK total anggaran yang dikucurkan negara mencapai Rp5,8 triliun. Agus memastikan tersangkanya akan terus bertambah seiring penyidikan KPK.

"Jadi sekarang kami masih terus mendalami dan cari alat bukti. Mudah-mudahan kita segera menemukan dan tidak lama-lama," ujarnya.

img_title Anggaran Miliaran KPK untuk Mobil Dinas, Ini yang Bisa Dipilih

KPK memeriksa sedikitnya empat orang saksi, termasuk Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia. Saksi lain adalah staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Husni Fahmi; Karyawan Perum Percetakan Negara RI, Indri Mardiani; dan Advokat Kantor Hukum Hotma Sitompoel and Associates, Mario Cornelio Bernando.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK juga memeriksa Irman sebagai saksi untuk Sugiharto. Kelar diperiksa, Irman menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan justice collaborator agar pelaku utama bisa diungkap.

KPK sudah menjerat Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek e-KTP dan Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Dirjen Dukcapil pada Kementerian Dalam Negeri.

Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta.

Bantah Isu Taliban, Pimpinan KPK: Adanya Militan Pemberantas Korupsi

Isu Taliban dinilai sengaja dihembuskan untuk menyerang citra KPK. Isu lama yang berulang kali dimainkan.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut