Polri: Sepuluh Terduga Makar Ingin Kuasai DPR dan MPR

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Syaefullah

VIVA.co.id - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyebut sepuluh orang terduga makar yang telah ditangkap bertujuan gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan gedung Majelis Permusyawatan Rakyat.

img_title Menteri Pigai: Pernyataan Saiful Mujani soal Ajakan Makar Tidak Dijamin Konstitusi Berpendapat

"Punya tujuan tidak sejalan; ingin menguasai gedung DPR dan MPR," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka, kata Boy, merencanakan aksinya dengan memanfaatkan kegiatan unjuk rasa bertajuk Aksi Bela Islam III di Lapangan Monas, Jakarta, pada Jumat. Mereka diketahui juga telah menjalin komunikasi untuk menggalang gerakan makar.

img_title Ucapan Saiful Mujani Berujung 2 Laporan Polisi di Polda Metro

Sepuluh orang yang ditangkap itu, antara lain, Ahmad Dhani Prasetyo, Eko, Brigadir Jenderal (Purnawirawan) TNI Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal (Purnawirawan) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Mereka ditangkap karena kasus yang berbeda. Delapan di antaranya dijerat Pasal 107 junto Pasal 110 junto Pasal 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang makar dengan maksud menggulingkan pemerintah. Ancaman hukumannya penjara selama seumur hidup atau pidana penjara sementara selama 20 tahun.

img_title Saiful Mujani Dipolisikan Buntut Video Viral Diduga Bermuatan Makar
Pengamat politik Saiful Mujani menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (kiri)

Diperiksa soal Dugaan Makar, Saiful Mujani: Buktinya Ada di Kepala Semua

Pengamat politik Saiful Mujani, menjalani pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya, hari ini, terkait laporan dugaan penghasutan yang dikaitkan dengan isu makar.

img_title
VIVA.co.id
4 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut