Polisi Bandung Tindak Tegas Ormas Sweeping Atribut Natal

Mengintip Pengrajin Hiasan Bola Pohon Natal
Sumber :
  • REUTERS / Kacper Pempel

VIVA.co.id – Kepolisian Bandung menyatakan bakal menindak tegas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengatasnamakan agama atau apa pun bila kedapatan dan terbukti melakukan sweeping atribut Natal di Kota Bandung, Jawa Barat.

img_title Pramono Larang Ormas Sweeping Rumah Makan Selama Bulan Ramadhan

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo menyatakan, pihaknya tak akan segan menindak jika ada kelompok atau ormas bertindak seenaknya. "Tidak diizinkan atau melarang melakukan sweeping di Kota Bandung, baik itu di mal, pertokoan, atau pusat perbelanjaan lain," kata Hendro di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 20 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hendro menjelaskan, ketegasan itu diberlakukan berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan jika terdapat aksi sweeping. "Kalau pun memang ada, bisa memberitahukan kepada kami untuk ditindaklanjuti," terangnya.

img_title Surabaya Terapkan Jam Malam Mulai Hari Ini, Anak Nongkrong Bakal Disweeping

Kerawanan aksi sweeping muncul setelah terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 56/2016 tentang Penggunaan Atribut Satu Agama oleh umat Islam jelang Natal. "MUI menyampaikan, fatwa itu asa, tetapi tidak diikuti dan tidak diizinkan ormas melakukan sweeping," tegasnya. 

Untuk meminimalisasi potensi sweeping, menurutnya, dialog secara intensif dengan para tokoh agama Kota Bandung penting dilakukan agar memahami maksud dan tujuan larangan sweeping. "Untuk mengantisipasi, kami dekati tokoh - tokoh agama untuk menyampaikan bahwa tidak diizinkan melakukan sweeping," katanya. 

img_title Wakil Bupati Garut Geram ke Ormas, Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK

Hendro menyebutkan, di Kota Bandung tercatat 156 gereja yang merencanakan ibadah saat Natal dan dipastikan mendapat pengamanan. "Dari 156 gereja, ada 13 gereja yang menjadi prioritas. Kenapa, karena gereja ini ada di pinggir jalan, lalu jemaahnya lebih dari seribu. Sehingga menjadi prioritas dengan penambahan personel," kata dia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis.

MUI Tak Mau Ada Sweeping Rumah Makan saat Ramadhan, Minta Hormati Orang Berpuasa

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta masyarakat tak melakukan sweeping atau razia sepihak terhadap warung makan yang buka selama Ramadhan.

img_title
VIVA.co.id
20 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut