- VIVA.co.id/M. Ali. Wafa
Infeksi virus zika diawali dengan banyaknya bayi yang lahir dengan kondisi mikrosefalus di Brasil akibat terinfeksi zika. Virus ini mulai mewabah di beberapa negara, dan dengan cepat menyedot perhatian dunia.Â
Sejak akhir tahun 2015 hingga 2016, tercatat sudah lebih dari 4000 bayi yang lahir dengan ukuran otak dan kepala yang lebih kecil. Zika meluas ke berbagai negara khususnya di kawasan Amerika Latin. Amerika Serikat, Inggris, hingga negara-negara di Eropa.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat pun langsung mengimbau ibu hamil menunda rencana berpergian ke kawasan Amerika Latin. Selain itu, para wanita yang baru menikah diimbau untuk menunda kehamilan.Â
Virus Zika mulai mewabah di Asia sejak Februari 2016. Pemerintah China mengumumkan bahwa salah satu pria warga China berusia 34 tahun positif terinfeksi Zika, pria tersebut diketahui baru saja pulang dari Amerika Selatan.
Setelah China, kemudian pemerintah Hong Kong ikut mengumumkan warganya yang dinyatakan positif terinfeksi Zika setelah pulang dari Pulau St.Barthelemy di Karibia. Selanjutnya wabah virus zika juga sampai di Asia Tenggara. Seperti dikutip dari Reuters, di Thailand tercatat 349 orang terinfeksi zika sejak Januari, termasuk 25 ibu hamil.
Berdasarkan penemuan tersebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menetapkan kasus virus zika sebagai darurat kesehatan internasional pada 2 Februari 2016. Setelah Thailand, akhir Agustus 2016, giliran pemerintah Singapura yang melaporkan adanya warga yang terinfeksi virus zika di negaranya. Bermula dari 41 orang yang terjangkit, kini jumlahnya sudah mencapai ratusan orang.
Pemerintah Malaysia pada awal September 2016 juga mengonfirmasikan seorang warganya yang terinfeksi virus zika. Warga Malaysia itu diduga tertular setelah mengunjungi Singapura.
Zika di Indonesia
Masuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia bergegas membentuk pertahanan untuk mewaspadai masuknya Zika dengan memasang termal scanner di pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara. Selain itu, warga yang mengalami demam setelah pulang dari negara yang terjangkit virus zika juga diminta melapor.
Penumpang pesawat terbang berjalan melewati sistem kamera FeverScan yang digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh setelah bepergian dari Singapura, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 30 Agustus 2016. (REUTERS/Beawiharta)