Benarkah Ada Kamp Pelatihan Teroris di Halmahera?
- VIVA.co.id/D.A Pitaloka
VIVA.co.id – Empat orang terduga teroris berhasil dilumpuhkan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Kamis, 23 Maret 2017. Seorang diantaranya dilaporkan tewas dengan luka tembak di kepala.
Dari pemeriksaan sementara, keempat orang pria ini, NK atau Nanang Kosim, AS atau Achmad Supriyanto, IC atau Icuk Pamulang dan AB atau Abdul Majid, telah dibuntuti sejak dua bulan lalu oleh Densus 88 Antiteror.
Dicurigai, keempatnya hendak melakukan tindak terorisme di Banten. Karena itu dilakukan penyergapan, namun mereka melakukan perlawanan. Sepucuk senjata api ditemukan di salah satu dari dua kendaraan yang digunakan mereka.
"Satu tewas karena ketahuan memiliki senjata. Tiga dilumpuhkan dalam penyergapan," kata Kepala Divisi Hubungan masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar.
![]()
FOTO: Jenazah Nanang Kosim saat dilarikan ke RS POlri Kramat Djati Jakarta Timur, Kamis (23/3/2017)
Siapa Nanang Kosim?
Kepolisian, dalam keterangan pers pasca penggerebekan, hanya merinci profil Nanang Kosim. Pria ini disebut memiliki andil besar dalam pergerakan terorisme.
Lalu apa saja keterlibatan Nanang dalam dunia terorisme di Indonesia? Jejak Nanang, awalnya diketahui karena menghadiri pertemuan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang dilaksanakan di Kota Batu Malang pada tahun 2015.
Ketika itu, Nanang juga lah yangh membelikan senjata jenis M16 untuk kelompok ini. Karena itu, Nanang di JAD dikenal sebagai pengajar teknik persenjataan.
Nanang juga diketahui sebagai sosok yang menyembunyikan seorang pelaku teror saat kejadian Bom Thamrin di Jakarta pada Januari 2016. Tak cuma itu, ia juga diketahui pernah berlatih membuat bom di Gorontalo pada tahun yang sama.
"Mengetahui dan menyembunyikan Andi Baksi pelaku bom gereja Samarinda," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikhwanto.
Atas itu, secara prinsip dari data kepolisian, sosok Nanang memang bukan orang baru dalam pergerakan teror di Indonesia. Ini juga dikuatkan dengan upaya perlawanan Nanang ketika digerebek petugas dengan menabrakkan mobil serta menggunakan senjata api saat di Cilegon Banten.
FOTO: Daftar pelaku teror bom di Gereja Oikumene Samarinda
Kamp Teroris
Di bagian lain, penangkapan empat terduga teroris ini, menyingkap informasi baru dalam praktik teror di Indonesia.