Ratusan Napi Kabur Gara-gara Minta Kepala Keamanan Dicopot

Ilustrasi pengamanan di lapas.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

VIVA.co.id – Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, I Wayan Kusmianta Dusak mengatakan, kaburnya warga binaan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, dipicu tuntutan pencopotan kepala keamanan. Hal tersebut, sebagaimana laporan dari petugas di lapangan.

img_title Polda Metro akan Bantu Tangkap Napi China yang Kabur

"Informasi awal penyebabnya masalah kepala keamanan. Kepala keamanan kita bermasalah. Itu tuntutan mereka, mereka menuntut kepala keamanannya diganti," kata Dusak, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat 5 Mei 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dusak menjelaskan, mulanya ratusan tahanan membuat kerusuhan di dalam rutan. Ada sekitar 50 tahanan ketika dibukakan pintu kamar untuk melaksanakan Salat Jumat justru mendobrak pintu samping rutan tersebut. 

img_title Napi yang Kabur dari Rutan Lhoksukon Ditemukan Tewas

Karena, jumlah petugas yang hanya enam orang, mereka tak bisa membendung desakan tahanan. Alhasil, tahanan lain memanfaatkan kesempatan untuk kabur. 

"Mereka menjebol pintu sampingnya, diperkirakan yang melarikan diri seratus sampai dua ratus," kata Dusak. 

img_title Dalang Pengrusakan Rutan Lhoksukon Ditangkap, 46 Napi Masih Buron

Menurut Dusak, petugas rutan dibantu pihak Kepolisian berhasil menangkap kembali beberapa tahanan. Proses penangkapan para tahanan itu juga dibantu masyarakat sekitar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagian sudah ditangkap petugas kami dan bersama-sama masyarakat, serta pihak Kepolisian. Ada lebih dari 30 orang," ujarnya.

Dusak menginformasikan kondisi rutan itu sejatinya hanya berkapasitas 300 orang, namun saat ini ada sekitar 1.800 orang yang menghuninya. (asp)
 

Rumah Adat Papua Barat

Rumah Adat 34 Provinsi Lengkap dengan Penjelasan dan Gambarnya

Rumah adat 34 provinsi adalah sebuah bangunan yang dibuat dengan cara sama dari generasi ke generasi tanpa adanya perubahan

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut