Ali Imron: ISIS Halalkan Darah Manusia
- Reuters
"Kalau aksi kami (JI) dimulai dari Kedubes Filipina. Alasannya saat itu karena kami tengah berperang di Filipina bersama banyak mujahidin Moro, maka itu dubes Filipina yang ada di Jakarta kami bom," kata Ali. "Lalu bom gereja malam Natal, karena adanya kerusuhan di Ambon sama Poso, maka kami lakukan pengeboman di gereja-gereja, meski saya tidak langsung terlibat."
"Lalu bom Atrium Senen pada tahun 2000, terkait Ambon dan Poso, tempat itu kami jadikan sasaran karena para pendeta mau gelar pertemuan di situ. Sementara bom Bali, terkait penyerangan Amerika terhadap Afghanistan, maka kami balas pada orang-orang bule di Bali, karena kemungkinan besar mereka warga AS dan sekutunya," jelas Ali Imron.
Jamaah Islamiyah sendiri adalah kelompok radikal yang sudah lebih dulu terbentuk daripada ISIS, dengan niat mendirikan negara Islam besar di Asia Tenggara. Kelompok tersebut selama ini dikabarkan mendapat pendanaan dari Al-Qaeda di Timur Tengah. Beberapa pentolan kelompok tersebut sudah ditangkap, di antaranya adalah Riduan Isamuddin alias Hambali yang dipenjara di Guantanamo atas tuduhan keterlibatan dalam bom Natal 2000 dan bom Bali 2002.
Sementara ISIS muncul di Indonesia setidaknya pada 2014 silam dan melancarkan serangan di Thamrin, Jakarta, awal Januari lalu. Dalam serangan tersebut, delapan orang termasuk empat pelaku tewas di lokasi dan puluhan lainnya luka-luka akibat ledakan bom dan tembakan pistol. Terakhir adalah serangan di Kampung Melayu yang melibatkan lima korban tewas, sebagian besar korbannya adalah polisi.