Kisah Terpidana Mati Jadi Guru Ngaji di Lapas Medan

Terpidana Mati Mengajar Mengaji di Lapas
Sumber :
  • Viva.co.id/Putra Nasution (Kontri Medan)

VIVA.co.id – Halim Nasution alias Alem, terpidana mati kasus narkoba. Selama bulan Ramadan 1438 H menjadi guru mengaji bagi Narapidana lainnya di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan.

img_title Bebas dari Penjara, Nazaruddin Terima Remisi 49 Bulan

Kegiatan mengajar tersebut tidak hanya dilakukannya selama bulan puasa saja melainkan pada hari-hari biaspun ia tetap aktif mengajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu persatu warga binaan yang menghuni Lapas Tanjung Gusta Medan beragama islam diajari Alem untuk mengajar ngaji setiap hari digelar di Masjid Lapas tersebut.

img_title Waduh, Hasil Rapid Tes Dua Sipir Lapas Cibinong Positif Corona

Dengan kegiatan ini, terpidana kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 20 kilogram ini menjadi panutan bagi napi yang lainnya.

Alem mengatakan setiap harinya, dia melakukan kegiatan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan sang Pencipta untuk bertobat atas perbuatan dilakukan Alem selama ini.

img_title Corona Mewabah, Kapasitas Lapas dan Rutan Dinilai Perlu Dikurangi

"Untuk saat ini, yang bisa dilakukan mendekati diri dengan Allah SWT," sebut Alem kepada wartawan di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan, Jumat 2 Juni 2017.

Alem sendiri di Lapas Tanjung Gusta Medan, sangat aktif dengan kegiatan keagamaan dengan mengajarkan warga binaan lain untuk salat. Halim juga menghabiskan waktunya untuk memakmurkan masjid, mulai dari membersihkan masjid, menjadi muadzin hingga menjadi imam saat solat berjamaah di dalam area lapas.

"Ada satu amalan apabila mengamalkan amalan seperti saya ini akan lepas dari beban apa pun. Salah satunya, melaksanakan solat berjamaah," sebut pria asal Kota Tanjung Balai itu.

Pria dengan ciri khas berjanggut itu, juga mengajak para warga binaan lain untuk mengaji dan mengajak narapidana untuk melakukan kegiatan positif. Dia mengajarkan rekan sesama warga binaannya cara membaca ayat suci Alquran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Halim mengaku perubahan yang dia alami ikut disebabkan oleh hukuman mati yang akan dia jalani. Berawal dari kesalahan yang dilakukannya, Halim terpanggil untuk memperdalam ilmu agama Islam seperti saat ini. Tahun ini merupakan tahun kedua dia menjalani hari-harinya di dalam Lapas.

"Yang membuat tegar itu, saya merasa semua orang kan harus mati. Tidak ada orang yang kekal hidup, siapa pun dia," tutur Alem.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut