Pemerintah Bimbang Pulangkan 152 Warga yang Ikut ISIS

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius (tengah).
Sumber :
  • ANTARA/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id - Pemerintah masih bimbang tentang nasib 152 warga negara Indonesia yang dideportasi oleh pemerintah Turki. Soalnya mereka sudah terpapar radikalisme, sementara pemerintah tidak bisa mengambil tindakan selain rehabilitasi.

img_title Wamenag Minta Publik Tak Langsung Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, para WNI itu memang menginginkan kembali ke Indonesia, karena merasa dibohongi ISIS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang dilema untuk kita karena mereka di sana sudah terpapar radikalisme, termasuk anaknya. Itu jadi pekerjaan kita," kata Suhardi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 17 Juli 2017.

img_title 3 Fitur Game Online yang Disukai Pelaku Terorisme dan Radikalisme

Walau sudah ikut dalam lingkungan terorisme, Suhardi mengatakan pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada aturannya. Berbeda dengan negara-negara lain yang bisa langsung dijebloskan orang-orang seperti itu ke penjara.

Suhardi beralasan, Rancangan Undang-Undang Terorisme yang kini masih di DPR, belum bisa diterapkan. Sementara melalui karantina yang hanya sebulan tidak bisa memberi jaminan proses deradikalisasi itu sukses.

img_title BNPT: 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Media Sosial Sepanjang 2025

"Di situ kita minta pemda untuk proaktif menjemput supaya kita tahu persis orang-orang ini kembalinya ke mana, bergaulnya sama siapa. Kita tidak bisa jamin satu bulan di (Rumah Perlindungan dan Trauma Center) Bambu Apus kembali seperti biasa; tidak radikal, dan lain-lain," katanya.

BNPT

620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 620 anak terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial sepanjang Januari hingga 26 Agustus 2026.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut