Uniknya Salat Idul Adha di Pondok Pesantren Gedongan

Salat Idul Adha di Pondok Pesantren tertua di Cirebon
Sumber :
  • VIVA.co.id / Jeffry Yanto Sudibyo

VIVA.co.id – Ada yang unik dalam pelaksanaan salat Idul Adha di di Pondok Pesantren Gedongan yang berlokasi di desa Ender, Kecamatan Pangenan, Cirebon, Jawa Barat.

Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Akan Jalani Rapid Test

Pantauan VIVA.co.id, ada dua imam yang menjalankan salat Idul Adha ini, maka salat pun tidak dilakukan bersamaan antara jemaah wanita dan pria. Jemaah pria lebih dulu memulai salat, hanya berbeda setengah rakaat dari jemaah wanita.

Ya, meskipun salat Idul Adha ini saling berdampingan, namun tema kotbah berbeda dengan bahasa yang berbeda pula. Imam di jemaah wanita menggunakan bahasa daerah Sunda dan Jawa, sedangkan imam di jemaah pria menggunakan bahasa Indonesia.

Dokter Hewan Sebut Sapi Kurban Jenis Bali Wajib Tes PCR

"Inginnya sing geulis sing enak, ngerti enggak si emboke," sepenggal isi dalam ceramah Kiyai Haji Munzir Yasin yang menjadi imam di jemaah wanita.

Sedangkan isi ceramah di jamaah pria, tentu pembahasannya berbeda di mana Kiyai Haji Taufiqurohman Yasin yang juga pengurus PBNU menyampaikan soal makna hari raya Idul Adha dan manfaat kurban.

Muhammadiyah Anjurkan Salat Idul Adha Digelar di Rumah

"Awalnya tidak di situ, jadi pindah-pindah ke bangunan baru. Karena sesungguhnya Langgar Kramat (musala dari pendiri pesantren) antara lelaki dan perempuan berbeda, jadi memang beda imam. Sebenarnya ini karena keterbatasan tempat saja," ujar Muhammad Idrus, keluarga besar Ponpres Gedongan kepada VIVA.co.id, Jumat 1 September 2017.

Sapi kurban Jokowi melewati karpet merah di Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 12 Agustus 2019.

Panduan Penyembelihan Hewan Kurban yang Aman dari Covid-19

Kemenag mengeluarkan panduan Salat Idul Adha dan kurban saat pandemi

img_title
VIVA.co.id
1 Juli 2020