Densus Antikorupsi Bisa Tangani Kasus Recehan

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti suap di Gedung KPK
Sumber :
  • ANTARA/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Kepolisian Republik Indonesia segera memfungsikan Detasemen Khusus (Densus) Anti-Tindak Pidana Korupsi dalam waktu dekat.

img_title Mahfud: Jokowi Bilang Menunda Berarti Menolak

Untuk pembentukan lembaga baru ini, Polri mengajukan penambahan Rp975 miliar anggaran untuk tahun 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, KPK mendukung adanya pembentukan Densus Antikorupsi. Sebab, Densus Antikorupsi bisa menangani kasus korupsi dengan nominal dibawah Rp1 miliar.

img_title Bamsoet Yakin Pembentukan Densus Tipikor Hanya Ditunda

"Selama ini KPK menghadapi kasus di atas Rp1 miliar. Terus yang di bawah Rp1 miliar seperti apa? Siapa yang menangani? Bagaimana orang yang (korupsi) Rp50-100 ribu? KPK kan gak bisa ambil yang segitu," kata Saut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 26 September 2017.

Menurutnya, makin banyak lembaga antikorupsi akan membuat negara ini jauh lebih bagus. Densus Antikorupsi, kata Saut, juga bisa menjadi sparing partner yang bagus buat KPK.

img_title Tito Rinci Anggaran Densus Tipikor Rp2,6 Triliun

"Saya melihatnya ini menantang KPK agar berbuat lebih baik. Lebih hati-hati, lebih kalem. Mendidik orang kami, juga bikin metode lagi. Jadi, semuanya ini kompetensi. Kalau gak ada kompetensi, enggak akan sehat," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyinggung hasil survei lembaga dunia, di mana Indonesia masih mendapatkan angka yang kecil dalam penanganan kasus korupsi.

"Kita dapat nilai 37, itu ada institusi dunia yang mengukur. Malaysia 50, Singapura 85. Itu kecil 37. Terus, nilai itu dibebankan ke KPK. Ya gak adil juga dong. KPK kan hanya satu tiang dari banyak tiang yg lain, seperti polisi, jaksa, BPK, OJK dan lainnya. Kami hanya satu," katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Tetap Siapkan Organisasi Densus Tipikor

Meskipun Presiden Jokowi sudah memutuskan menunda.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut