Agung Meletus dan 'Celaka' Pariwisata Indonesia
- Reuters/Darren Whiteside
Baru di tahun 2016, Presiden Joko Widodo mencanangkan ada tujuan wisata selain Bali. Lewat program 'Bali Baru', terdapat 10 objek wisata baru yang akan dikebut menjadi lokasi alternatif wisatawan.
Objek wisata itu yakni, Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang.
![]()
FOTO: Wisata alam Kaledupa Wakatobi Sulawesi Tenggara
"Sepuluh Bali Baru ini harus cepat diselesaikan. Semuanya harus siap terintegrasi dalam sebuah program pengembangan," kata Jokowi medio November lalu.
Ya, mimpi 'Bali Baru' ini juga seiring dengan dat adanya 125 juta hingga 180 juta wisatawan asal Tiongkok yang akan melancong, dan tentu saja angka itu belum mencantumkan dari negara lain.
Ditambah lagi, hasil proyeksi memperkirakan setengah dari wisatawan itu akan 'menyerbu' masuk ke Asia. "Kalau kita memiliki destinasi 10 Bali Baru yang kita garap dengan cepat dan baik. Target 20 juta (wisatawan) bukan sesuatu yang amat sulit untuk kita capai," kata Jokowi.
Apa pun itu, apresiasi lokasi 'Bali Baru' untuk sektor pariwisata Indonesia memang layak diberikan. Terlambat mungkin, namun jika memang pariwisata telah dipatok jadi penghasil devisa di masa mendatang dengan bayangan duit senilai Rp260 triliun.
Maka sebaiknya jangan tanggung-tanggung. Erupsi Gunung Agung sadar atau tidak memang telah membuka 'sisi kelam' lain dari pariwisata Indonesia.
![]()
Faktanya, para wisatawan tetap memilih Bali dengan segala keindahan, keramahan, kemurahan, dan kelengkapan infrastrukturnya sebagai labuhan. Tak ada Danau Toba, tak ada Tanjung Kelayang, tak ada Kepulauan Seribu dan lokasi lain yang jadi pilihan.
Bali tetap segala-galanya dan anugerah alam yang lahir dari siklus alamiah Gunung Agung seeprtinya belum memberi manfaat bagi daerah yang juga menyimpan potensi wisata. Seperti dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sesungguhnya Indonesia memang sudah ‘nasibnya’ memiliki alam yang indah. Tinggal bagaimana memanfaatkannya saja.
"Pariwisata di Indonesia itu adalah menjual rezeki Allah, yakni alam yang indah dan baik,” kata JK saat membuka Sail Sabang 2017 di Aceh.