Hina Islam, Syaifuddin Ibrahim Ditahan

Pelaku penistaan agama Abraham Ben Moses
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri telah menahan Abraham Ben Moses (52) alias Saifuddin Ibrahim, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian berbau Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA), di rumah tahanan Bareskrim Polri pada Polda Metro Jaya, Jakarta.

img_title Bebas dari Penjara, Lina Mukherjee Dibuat Tremor Karena Hal Ini

Abraham ditahan karena terbukti melakukan ujaran kebencian berbau sara di akun media sosial miliknya, Saifuddin Ibrahim. Video tersebut kemudian viral di Facebook, Twitter dan YouTube.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah kami tahan," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

img_title Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang Bebas dari Penjara

Baca: Murtad Itu Hak Syaifuddin Ibrahim, Tapi...

Fadil mengatakan, tersangka Abraham disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE dan Pasal 156 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Agama.

img_title Pendeta Gilbert Telah Diperiksa terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama

"Iya pasal 28 ayat 2 UU ITE dan 156 KUHP," ujar Fadil.

Abraham Ben Moses dalam videonya yang viral tampak berbincang dengan seorang sopir taksi online. Dalam pembicaraan itu, Abraham sempat menanyakan agama sopir tersebut. Lalu, Abraham mengutip salah satu ayat dalam keyakinan agama sang sopir terkait pernikahan.

Ia kemudian melecehkan Nabi Muhammad yang dianggapnya tidak konsisten dengan ucapannya, dan melanggar perintah agamanya. Abraham juga menghasut sang sopir agar mau masuk ke dalam agamanya.

Syaifuddin juga menunjuk seorang wanita di belakangnya. Ia menyebutkan bahwa wanita itu seorang artis keturunan Arab yang sudah dia murtadkan.

Selain melakukan penghinaan terhadap Islam, Syaifuddin Ibrahim selalu membawa bawa nama-nama Bima (salah satu kabupaten di NTB), di mana diketahui bahwa NTB sebagai provinsi dengan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini dilakukan oleh Syaifuddin Ibrahim dengan patut diduga sebagai upaya untuk semakin meyakinkan calon targetnya dan masyarakat umum bahwa ia benar-benar selain mempunyai pemahaman yang mendalam soal Islam, juga karena lahir dan besar di lingkungan mayoritas Islam.

Syaifuddin Ibrahim ditangkap oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa, 5 Desember 2017, sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya Jalan KH. Hasyim Ashari No. 27 RT 01 RW 04 Buaran Indah, Kota Tangerang, Banten. (ase)

Terdakwa Ratu Entok ketika mendengarkan dakwaan JPU Kejati Sumut

Ratu Entok Didakwa Sebarkan Ujaran Kebencian dan Penodaan Agama

Ratu Entok viral usai memperlihatkan foto Yesus merupakan Tuhan bagi umat Kristiani seraya menyuruhnya untuk memotong rambut supaya tidak menyerupai perempuan.

img_title
VIVA.co.id
31 Desember 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut