Mana yang Melanggar, Cadar atau Pakaian Minim?

Para perempuan bercadar memungut sampah di Aksi 112.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

VIVA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid, menanggapi dilarangnya pemakaian cadar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia berharap kampus jangan terseret isu radikalisme.

img_title Rahmat Nasution Hamka: SPI Siap Jadi 'Mata dan Telinga' Kapolri

"Saya harap kampus, apalagi kampus Islam, jangan terseret opini radikalisme yang dikembangkan oleh kelonpok lain," kata Sodik saat dihubungi, Senin, 5 Maret 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, saat ini di Indonesia makin banyak yang berpakaian super mini, celana super pendek. Apalagi dalam panggung, kata Sodik, artis berpakaian nyaris seperti menggunakan pakaian dalam saja. Baju yang layaknya dipakai untuk tidur.

img_title Polisi Kasih Peringatan buat Ojol dan Kurir yang Buru-buru di Jalan

"Mereka makin bebas. Tidak dilarang oleh polisi atas nama kebebasan. Mengapa yang dicadar di kampus dilarang? Bahkan oleh penguasa kampus? Kenapa kampus lebih keras dari polisi, bahkan untuk pakaian tertutup?" kata Sodik.

Ia juga mempertanyakan apakah ada undang-undang, budaya, ataupun norma akademik yang dilanggar. Ia juga mempertanyakan apakah karena dianggap radikal, lantas penggunaan cadar dilarang.

img_title Kampus IGM Palembang Tunggak Pajak Rp 2,3 Miliar, Dipasangi Spanduk

"Radikal apanya? Mereka lebih konsen dengan aturan agamanya. Tetaplah bangun iklim atas dasar budaya Pancasila, budaya akademik, budaya Islami. Adakah cadar melanggar ketiga norma tersebut? Mana yang melanggar bercadar atau berpakaian minim?" kata Sodik.

Sebelumnya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, akan memecat mahasiswi yang tidak mau melepas cadar mereka saat beraktivitas di area kampus. Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, pihaknya telah melakukan pendataan jumlah mahasiswi yang mengenakan cadar. (ase)

(FOTO ILUSTRASI) Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tragis! Polisi Kehutanan di Toraja Utara Tewas Tertimpa Pohon Usai Padamkan Karhutla

Tugas memadamkan karhutla menjadi pengabdian terakhir bagi Padayya (45). Petugas polisi kehutanan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, itu meninggal tertimpa pohon.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut