Prabowo Galau Nyapres
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
"Pak Prabowo sudah dua kali maju di 2009 dan 2014. Dia kalah. Belum yang konvensi Golkar 2004. Sebagai seorang militer, perhitungan ini ikut mempengaruhi. Memenangkan pertempuran harus diyakini," kata Rico.
Maju mundur
Analisa lain disampaikan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Menurut dia, maju mundur pendeklarasikan capres memperlihatkan kegalauan.
Secara kekuatan politik, poros Prabowo dengan Joko Widodo berbeda jauh. Mulai dukungan parpol hingga logistik ada perbedaan.
"Maju mundur pendeklarasian Prabowo menegaskan mantan Danjen Kopassus ini sedang galau akut. Sepertinya Prabowo sedang menimbang maju atau tidaknya dalam Pilpres," kata Adi, Selasa malam, 10 April 2018.
Baca: Gerindra: Prabowo Bisa Tunjuk Anies atau Gatot
Namun, seandainya bila Prabowo tak maju dan justru mengusung calon lain di Pilpres maka akan mempengaruhi Gerindra.
"Masa depan Gerindra dipertaruhkan karena Prabowo merupakan satu-satunya magnet elektoral Pilpres," ujarnya.