Rayakan HUT Bareng Jokowi, HMI Tegaskan Netral di Pilpres 2019

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), R Saddam Al Jihad
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), R Saddam Al Jihad
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali merayakan hari ulang tahun yang ke-72 pada Selasa, 5 Februari 2019.  Acara perayaan digelar di kediaman Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Akbar Tandjung, Selasa malam. Menariknya, Presiden Jokowi turut hadir.

Banyak hal yang disampaikan Jokowi pada acara tersebut, termasuk soal pencapaian-pencapaian pemerintahan yang dia pimpin bersama Jusuf Kalla selama ini. Jokowi juga menyinggung dinamika Pilpres 2019, di mana banyak berita bohong alias hoax, fitnah, hingga serangan politik lain yang digencarkan oleh pihak oposisi.

Usai acara, tidak seperti biasanya, Ketua Umum PB HMI, Saddam al Jihad, memilih untuk tidak melakukan jumpa pers bersama dengan Presiden Jokowi. Hal tersebut lantaran untuk menjaga independensi HMI, terutama di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pilpres 2019.

"Saya sebagai Ketua Umum PB HMI, menegaskan bahwa HMI sebagai putera bangsa menjunjung tinggi sebagai insan pemersatu bangsa dan menegaskan bahwa HMI menjaga independensinya," kata Sadam dalam keterangan persnya yang diterima Rabu, 6 Februari 2019.

Dalam kesempatan itu pula, Saddam mengajak kader HMI dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut tahun politik ini dengan kegembiraan, memperkukuh kesatuan sosial serta penguatan gagasan keindonesiaan yang utuh.

"Agar kita dapat bersatu secara utuh di bawah naungan NKRI," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional KAHMI Akbar Tanjung mengatakan bahwa kader HMI memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Dengan mengutip pemikiran cendekiawan muslim yang juga aktivis HMI, Nurcholish Madjid (alm) Ia menegaskan bahwa dalam diri kader-kader HMI melekat dua nilai, yaitu nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.