Sengkarut Cekal Habib Rizieq

Ilustrasi video Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Stadion Utama GBK 7 April 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA – Imam Besar Front Pembela Islam atau FPI, Muhammad Rizieq Shihab kembali menjadi perhatian. Kali ini, pendiri FPI yang disapa Habib Rizieq itu mengaku dicekal Pemerintah RI, karena alasan politik, sehingga tidak bisa kembali ke Tanah Air.

img_title Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat, tapi Harus Bertanggung Jawab

Pengakuan Habib Rizieq dengan menunjukkan surat pencekalan ini disiarkan dalam Youtube Front Tv, beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah pihak ikut merespons, terutama dari barisan pemerintah. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah pengakuan Habib Rizieq. Ia mengaku tak mengetahui surat pencekalan tersebut.

img_title Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace, Tegaskan Komitmen Tangani Krisis Iklim dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Mahfud bilang, permasalahan Habib Rizieq bukan ada di Pemerintah RI. Namun, menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengklaim, justru Pemerintah RI siap membantu jika memang ada persoalan.

"Berarti, masalahnya bukan di pemerintah Indonesia, masalahnya di Pemerintah Saudi. Silakan urus ke sana, kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu," kata Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 12 November 2019.

img_title Pemerintah Bakal Bagi-bagi HP Gratis ke Rakyat, Siapa Saja yang Berpeluang Dapat?

FPI pun memberikan respons pembelaan kepada Habib Rizieq. Juru Bicara FPI, Slamet Maarif mengatakan, kepulangan Habib Rizieq terhalang oleh hambatan politik yang bersumber dari Pemerintah RI.

Kata dia, pihak yang memberikan hambatan tersebut selalu mempersepsikan Habib Rizieq sebagai musuh yang keberadaannya tak diinginkan di Indonesia.

"Diduga skenarionya memang seperti itu. Beliau IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab), seperti dikucilkan, diasingkan," kata Slamet kepada VIVAnews, Senin malam, 11 November 2019.

Dia pun heran dengan pernyataan Mahfud MD yang terkesan menyepelekan. Sebagai Menko Polhukam, seharusnya Mahfud bisa cermat menyampaikan pernyataan. Ia menyebut surat pencekalan tersebut sudah lama. "Sudah ada lama. Tetapi, beliau HRS ingin jaga hubungan baik antara RI dengan Kerajaan Saudi," jelas Slamet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengkritik cara Pemerintah RI yang terkesan membiarkan persoalan Habib Rizieq berlarut-larut.

Kini, muncul pengakuan Habib Rizieq yang dicekal, namun dibantah Pemerintah RI. Perdebatan ini pun menjadi sengkarut yang tak terselesaikan dan disaksikan publik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut