Heboh Harga Tes PCR, Said Didu: Ini Bisnis COVID!

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Sesmen BUMN), Muhammad Said Didu.
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Sesmen BUMN), Muhammad Said Didu.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Publik dibuat heboh dengan harga tes polymerase chain reaction (PCR) yang sempat mahal untuk syarat perjalanan. Selain harga berubah, aturan pemerintah terkait PCR ini dikritik karena seperti maju mundur.

Terkait itu, pengamat kebijakan publik Said Didu menyampaikan sudah menduga dari awal terkait potensi bisnis PCR.

"Dari awal saya sudah menduga bukan bisnis PCR saja nih tapi bisnis COVID istilah saya. Bisnis COVID ini kelihatannya," kata Said Didu dalam Catatan Demokrasi tvOne yang dikutip pada Rabu, 3 November 2021. 

Dia menjelaskan dalam persoalan PCR ini perlu diungkap agar rakyat bisa diuntungkan. Said mengatakan demikian agar ke depannya hal ini mesti jadi pembelajaran.

"Dan, sekali lagi ke depannya, yang perlu dibongkar. Jangan sampai ada pebisnis yang menunggangi kebijakan. Apalagi pembuat kebijakan yang berbisnis. Itu tidak boleh," tutur Said.

Ilustrasi anak jalani tes swab PCR.

Ilustrasi anak jalani tes swab PCR.

Photo :
  • Fajar Sodiq/VIVA.

Terkait tudingan sejumlah menteri Jokowi diduga bermain bisnis PCR, ia menanggapinya. Menurut dia, pejabat publik itu harus paham etika.