Deddy Sitorus-PDIP: Politik Drakor Terjadi di Lingkungan Pak Jokowi Sendiri

Presiden RI Jokowi saat Rakernas PDIP di Jiexpo, Kemayoran.
Sumber :
  • YouTube PDIP

Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus merespons pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan kompetisi politik jelang Pemilu 2024 lebih banyak drama seperti drama korea atau drakor. Deddy menilai pernyataan itu merupakan cerminan dari Presiden Jokowi sendiri. 

Jeje Govinda Terjun ke Dunia Politik, Syahnaz Sadiqah Senang dan Beri Dukungan

Menurutnya, banyak drama atau sinetron yang mengharu-biru terjadi dan dipertontonkan ke publik jelang Pemilu 2024 ini. Antara lain, isu 3 periode, perpanjangan jabatan hingga penundaan pemilu. 

Kemudian, drama 'Ojo Kesusu', 'Ojo Grasa-grusu' hingga koalisi partai politik yang akhirnya bubar jalan. Klaim siapa capres yang paling didukung Presiden Jokowi.

Drakor Romantis Dengan Alur Menarik, Ini 3 Alasan Nonton Queen of Divorce yang Dibintangi Lee Ji Ah

Puncaknya adalah putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan syarat usia capres-cawapres sehingga menjadi karpet merah bagi Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo.

Anggota Komisi VI Deddy Yevri Hanteru Sitorus saat Rapat Kerja di Gedung Nusantara I.

Photo :
Ikhlas Cuma Dapat 11 Suara di Pemilu, Dede Sunandar Makin Dekatkan Diri pada Allah

"Sampai hari ini sih saya melihatnya semua sinetron drakor politik ini terjadi di lingkungan Pak Jokowi atau bahkan Pak Jokowi sendiri," kata Deddy Sitorus dalam perbincangan di tvOne, Kamis, 10 November 2023.

Lebih jauh, kata Deddy, berbagai komentar netizen di media sosial juga mempertanyakan maksud dan arah dari pernyataan Jokowi terkait 'Banyak Drama' jelang Pemilu 2024. 

"Ini Pak Jokowi sedang nyindir siapa ya? Jangan-jangan nyindir dirinya sendiri. Mungkin beliau produsernya, dia juga sutradaranya, dia juga aktornya, dia juga yang punya production housenya, ini kata-kata orang di media sosial lho ya," ujar Deddy

Ia menyarankan Presiden Jokowi sebaiknya fokus bekerja hingga akhir jabatan dan tidak memancing publik dengan pernyataan-pernyataan kontroversial. "Urusan politik ini serahkan saja lah sama partai politik," ungkapnya

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung kompetisi politik saat ini terlalu banyak drama seperti drama korea atau drakor, saat menghadiri acara puncak HUT Golkar ke-59 di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Senin, 6 November 2023. 

"Saya melihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya. Sinetron yang kita lihat," kata Jokowi di markas DPP Golkar. 

Presiden Jokowi dan Aburizal Bakrie di HUT Golkar 58

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Dia menekankan soal keinginan menang dalam kompetisi politik adalah hal yang wajar tapi mesti ditunjukan demokrasi yang berkualitas dalam Pilpres 2024. 

"Bertanding untuk menang itu juga hal yang sangat wajar, tetapi yang harus tetap kita tunjukan adalah demokrasi yang berkualitas," ujar Jokowi. 

Kata Jokowi, demokrasi yang tidak memecah belah dengan tak saling menjelekan dan saling memfitnah. Dia menekankan, demokrasi yang ingin dibangun adalah yang membangun, serta menghasilkan solusi terhadap masalah bangsa. 

"Yang menghasilkan strategi, strategi untuk kemajuan bangsa," lanjut Jokowi. 

Lebih lanjut, dia menyampaikan dalam politik itu yang penting adalah adu gagasan. "Mestinya peraturan-peraturan ide, bukan pertarungan perasaan," tutur Jokowi.
 

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla

JK soal Hak Angket: Tidak Usah Khawatir, Kecuali Ada Apa-apa

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mendukung usulan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

img_title
VIVA.co.id
24 Februari 2024