Timnas Amin: Kubu Prabowo-Gibran Usul Hanya Paparan Visi Misi Tanpa Debat dengan Paslon Lain

Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024 KPU RI
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta – Pro dan kontra perihal debat capres cawapres jadi sorotan. Kubu Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) pun beri penjelasan.

Penerima Bansos Mayoritas Dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Hasil Survei LSI

Wakil kapten Timnas Amin, Nihayatul Wafiroh mengatakan silang pendapat perihal usulan debat capres cawapres. Menurut dia, ada usulan kubu dari pasangan calon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu justru hanya ingin menyampaikan visi dan misinya.

"Dalam FGD tanggal 29 November 2023 di KPU, kami mencatat usulan dari Tim Paslon Nomor 2 (Prabowo-Gibran) agar format debat hanya berupa pemaparan dan pendalaman dokumen visi-misi saja," kata Nihayatul dalam keterangannya, Senin 4 Desember 2023.

Said Aldi: Ulama Kanada dan Turki Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Prabowo Sebagai Presiden RI

Dia mengatakan kubu Prabowo-Gibran hanya ingin melakukan proses tanya-jawab dengan moderator dan panelis. Dengan demikian, tanpa ada proses tanggapan dari pasangan lainnya.

"Menurut tim paslon 2, debat dengan model saling menanggapi antar paslon akan menghabiskan banyak waktu tanpa ada kesempatan menjelaskan visi dan misi masing-masing paslon," jelas Nihayatul.

Prabowo Subianto Unggul di Pilpres 2024 juga Karena Migrasi 66 Persen Pemilih Jokowi-Maruf di 2019

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Pun, dia menyinggung jika usulan tersebut dikabulkan maka akan membuat masyarakat seperti dibatasi untuk mengetahui kualitas utuh para capres cawapres. Maka itu, kata dia, kubu Amin menyatakan menolak hal itu.

"Serta terkesan ingin memberikan kenyamanan berlebih pada paslon tertentu. Penolakan serupa juga diutarakan oleh Tim Paslon Nomor 3 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD)," jelasnya.

Nihayatul menuturkan kalau setiap pasangan capres dan cawapres harus dihadirkan secara berbarengan di semua kegiatan debat. "Namun bukan menghilangkan debat cawapres," kata Nihayatul.

Menurut dia, kehadiran setiap pasangan capres-cawapres secara lengkap tetap penting. Meskipun, kata dia, nanti hanya capres atau cawapres saja yang tengah berdebat.

"Artinya, jika agenda debat yang sedang berlangsung adalah antara cawapres maka capres bisa tetap dihadirkan meskipun sebagai audiens dan tidak untuk berdebat sama sekali," tutur Nihayatul.

Dia mengatakan usulan pihak agar hadir berpasangan lengkap bukan berarti hadir untuk berdebat. "Serta juga bukan berarti menghilangkan debat antara cawapres," jelas politikus PKB tersebut.

Lebih lanjut, dia menuturkan pada prinsipnya pasangan Amin siap mengikuti proses rangkaian kegiatan debat dengan teknis/ketentuan yang ditetapkan KPU. Pun, jika diperlukan, Timnas Amin menyatakan mendukung adanya setidaknya dua acara debat tambahan.

"Selain kelima agenda yang telah direncanakan, demi memaksimalkan kesempatan rakyat Indonesia untuk mengenal para pasangan calon beserta gagasannya," jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya