Kelakar Prabowo Soal Presidential Club: Hanya Empat Nggak Usah Bikin Club, Minum Kopi Saja

Wawancara eksklusif tvOne dengan Presiden terpilih RI Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

Jakarta – Presiden terpilih RI periode 2024-2029, Prabowo Subianto buka suara soal wacana pembentukan Presidential Club. Prabowo mengaku tidak pernah bicara soal wacana membentuk club berisi presiden-presiden Indonesia sebelumnya.

Hasto Balas KPK soal Tak Boleh Ditemani Pengacara: Bu Mega Saja Didampingi

Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan tvOne bertajuk 'Prabowo Subianto Bicara untuk Indonesia', Rabu, 22 Mei 2024.

"Saya tidak tahu istilah Presidential Club, saya tidak pernah bicara Presidential Club sebetulnya tapi mungkin ada orang yang dengar pemikiran saya bahwa itu club," kata Prabowo.

Jokowi Bilang Dunia Menuju Neraka Iklim: Manusia Bisa Berteduh, Urusan Pangan Hati-hati

Prabowo menyebutkan, presiden Indonesia sebelumnya dan saat ini hanya tersisa empat orang saja yakni Joko Widodo (Jokowi), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri dan dirinya sendiri. 

Wawancara Khusus Presiden Terpilih Prabowo Subianto dengan tvOne

Photo :
  • Tangkapan Layar/ tvOne
Prabowo: Africa Views Indonesia as Role Model for Developing Country

Dia pun berkelakar, daripada membentuk club, lebih baik minum kopi bersama. "Kan di sini presidennya tinggal berapa orang kan, Pak SBY, Ibu Mega, Pak Jokowi sekarang, nanti Insya Allah 20 Oktober saya. Hanya empat ya enggak usah bikin club lah, minum kopi saja bisa ya," ujar Prabowo.

"Enggak usah terlalu dibesar-besarkan pakai istilah club tapi saya tidak komentar intinya kita komunikasi, komunikasi," ujar Prabowo.

Seperti diketahui, ide pembentukan 'Presidential Club' ini diungkapkan langsung Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Dia menyebutkan presiden terpilih, Prabowo ingin membentuk Presidential Club sebagai wadah berkumpulnya para presiden terdahulu untuk sama-sama menyumbang gagasan membangun bangsa.

"Presidensial Club itu istilah saya saja, bukan institusi. Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan. Sehingga terjaga silaturahim kebangsaannya dan menjadi teladan bagi kita semua," kata Dahnil kepada wartawan, Jumat, 3 Mei 2024.

Dahnil mengatakan, Prabowo berharap para pendahulu mau bergabung dalam wadah itu. Selain wadah memberi gagasan, keberadaan perkumpulan ini juga bisa menjadi contoh baik ke masyarakat soal kekompakan dan kerukunan para pemimpin bangsa.

"Ya, semua mantan presiden kita yang masih ada. Pak Prabowo berharap, sebagai bangsa besar para pemimpinnya kompak, rukun, guyub memikirkan dan bekerja untuk kepentingan rakyat banyak, terlepas dari perbedaan pandangan politik dan sikap politik," kata Dahnil. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya