Survei Median: Mayoritas Pemilih Yakin Tak Ada Parpol Bersih

Ilustrasi bendera partai-partai politik beberapa waktu lalu.
Ilustrasi bendera partai-partai politik beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • Antara/ Fanny Octavianus

VIVAnews - Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbarunya mengenai partai politik. Hasilnya, sebagian besar responden mengaku tidak mempercayai masih ada parpol yang bersih.

Dalam survei bertajuk "Persepsi Publik Atas Citra dan Kinerja Partai Politik" itu, 62 persen dari 1.200 responden menyebut tidak ada partai yang bersih dari korupsi. Dan, hanya 12 persen responden saja yang percaya ada parpol bersih. "Sisanya 26 persen responden menjawab tidak tahu," kata Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median Institute dalam rilis yang diterima VIVAnews.

Survei ini melibatkan 1.200 responden dari 10 kota besar. Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan teknik Systematic Random Sampling pada buku telepon yang diterbitkan oleh PT Telkom dan proporsional atas populasi dan gender dengan Margin of Error ± 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun 10 kota besar tersebut adalah DKI Jakarta, Bandung Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura. Sampel adalah penduduk berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Dalam surveinya, Median menggunakan 12 paramater yang dijadikan alat untuk mengukur persepsi publik terhadap citra parpol. Parameter itu di antaranya, memperjuangkan kepentingan rakyat, melakukan sosialisasi di televisi, parpol yang rutin mengajak bergabung, parpol yang rutin mengadakan kegiatan, dan parpol yang mampu menyejahterakan rakyat.

Data persepsi yang ditampilkan hanya tiga besar parpol. Berikut hasil surveinya:
1. Partai politik yang memperjuangkan kepentingan rakyat: PDIP (18,8%), Golkar (17%), dan Gerindra 15,8%.

2. Partai yang melakukan sosialisasi di televisi: Hanura (28,4%), Golkar (28%), dan NasDem (25,2%).

3. Partai politik yang rutin mengajak bergabung: PKS (10,4%), Gerindra (9,7%), dan PDIP (8,8%).

4. Partai politik yang rutin mengadakan kegiatan: PKS (11,3%), PDIP (11%), dan Gerindra (10,7%).

5. Partai politik yang mampu menyejahterakan rakyat: Golkar (25%), Hanura (19,7%), dan PDI (17,6%).

6. Partai politik yang mampu mengatasi potensi konflik: Golkar (23,9%), Hanura (18,2%), dan Demokrat (17,4%).

7. Partai politik yang mampu menyediakan lapangan kerja: Golkar (24,1%), Hanura (17,7%), dan Demokrat (16,3%).