Kampanye Pilkada Minim Isu Perlindungan Perempuan dan Anak

Persiapan Pilkada Serentak 2015
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
VIVA.co.id
- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai tidak banyak calon kepala daerah yang mengangkat isu perlindungan terhadap perempuan dan anak di Pilkada serentak kali ini.


Padahal menurut Titi, isu perlindungan perempuan dan anak sangat penting. Dimana pemilih memiliki pertimbangan dalam memilih calon kepala daerah, salah satunya terkait isu tersebut.


"Tidak banyak dan belum banyak didengungkan terkait isu-isu perlindungan perempuan dan anak ini menjadi prioritas dalam visi misi pasangan calon," ujar Titi melalui pesan singkatnya Rabu, 25 November 2015.
Sebelum Dilantik, Bupati di Bali Diperiksa Kasus Korupsi


Bupati Seram Timur Pesta Syukuran Pelantikan di Ambon
Titi menegaskan, jika saja ada pasangan calon yang menjadikan isu tersebut sebagai fokus program pemerintahannya ketika terpilih, maka calon itu patut untuk dipertimbangkan untuk dipilih.

Tiga Kali Mencalonkan, Raja Ini Akhirnya Jadi Bupati

Alasannya, isu perlindungan terhadap perempuan dan anak memiliki kaitan erat dengan isu krusial lainnya seperti kemiskinan dan pendidikan.


"Jadi memang semestinya pemilih bisa melihat isu-isu ini layak dipertimbangkan," terang dia.


Untuk itu, Titi menekankan kepada calon kepala daerah perempuan yang maju dalam pilkada, hendaknya bisa menjadi tumpuan guna mengedepankan isu perempuan dan anak.


"Karena mereka lebih mengerti, dalam memperjuangkan isu perlindungan perempuan, pemenuhan hak-hak dasar perempuan dan anak serta mensukseskan kebijakan yang mampu menghentikan perkawinan anak," ungkap Titi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya