Kritik Jokowi Terhadap Media Online

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menilai bahwa karena kecepatan, media online sering mengabaikan kode etik jurnalistik. Bahkan cenderung menghakimi seseorang dan berbahaya sekali.

img_title Jaksa Agung ST Burhanuddin Ungkap Tak Bisa Apa-apa Tanpa Media Massa

"Saya suka baca media online di pesawat dan di mobil. Kepatuhan media online kan kode etik jurnalistik sering diabaikan," kata Jokowi dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Pantai Kuta, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa, 9 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi memahami keinginan media online yang ingin memberitakan berita dengan cepat. Akan tetapi kecepatan itu justru menjadi masalah, karena kerap tidak akurat dan tidak berimbang. Bahkan terkadang sering bercampur antara fakta dengan opini.

img_title Pesan Bos Telkomsel kepada Media Massa

"Kadang status di media sosial pun jadi berita. Informasi ada yang pahit kayak jamu, tapi ada juga yang bisa jadi vitamin. Ada juga yang menggangu akal sehat kita," kata mantan Gubenur DKI Jakarta tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menutup puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat hari ini. Tema HPN tahun ini "Pers Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata Nusantara". (ase)

img_title Publisher Rights
Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Pentingnya Kolaborasi dengan Media Massa Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Kolaborasi dengan media massa penting untuk dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

img_title
VIVA.co.id
17 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut