Aziz Syamsuddin Tak Ingin Pemilihan Terbuka

Aziz Syamsudin meminta keputusan Munaslub setelah ada keputusan resmi praperadilan Setya Novanto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ezra Natalyn

VIVA.co.id – Kabar aklamasi dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar secara terbuka semakin menguat. Wacana tersebut bisa menjadi salah satu opsi dalam pemaparan DPD I dan DPD II Partai Golkar.

Munaslub Golkar Bisa Digelar Sebelum Akhir Desember 2017

Namun bakal calon Ketua Umum Aziz Syamsuddin menolak wacana tersebut. "Tidak mungkin itu. Kalau terbuka berarti musyawarah mufakat," kata Aziz di lokasi Munaslub, Bali, Sabtu malam, 14 Mei 2016.

Aziz mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa kandidat ketua umum lainnya menginginkan agar pemilihan dilakukan secara tertutup. Hal itu, kata dia, bisa menjaga semangat langsung, objektif dan rahasia. 

Soal Maju Caketum, Aziz Syamsudin: Saya Tergantung Partai

"Ini untuk mendapatkan ketua umum yang diinginkan dan memenuhi harapan seperti yang Pak Aburizal Bakrie dan Bapak Presiden, untuk jadi partner pemerintah," katanya.

Namun, Aziz tidak mempermasalahkan adanya pro kontra terkait sistem pemilihan ini. Dia menyerahkan keputusan mekanisme yang disepakati oleh panitia dan pemilik hak suara. 

Sayap Ulama Golkar Desak Novanto Mundur dengan Ikhlas

"Jadi ini setelah diputuskan Steering Committee suatu fairness dalam game untuk menentukan ketua umum baru dan untuk menjadi mitra pemerintah Jokowi-JK," kata Aziz. (ase) 
 

Priyo Budi Santoso.

Priyo Tolak Airlangga Hartarto Dipilih Aklamasi dalam Pleno

Priyo meminta pemilihan dilakukan lewat Munaslub, bukan pleno.

img_title
VIVA.co.id
15 Desember 2017