Kader sudah di Kabinet, Golkar Siap Beri Nama untuk Pos Lain

Politikus Golkar, Yorrys Raweyai.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Moh Nadlir

VIVA.co.id – Ketua Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Yorrys Raweyai mengatakan, partainya siap menyodorkan calon menteri jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Dari sejumlah calon, Jokowi  tinggal memilih calon yang dianggap paling pas.

Hanura Tak Kaget dengan Celetukan Jokowi soal Reshuffle

"Tinggal presiden mau yang mana, kami kasih nama, dia tinggal pilih saja," kata Yorrys saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 14 Juni 2016.

Namun demikian, Yorrys mengingatkan sebenarnya sudah ada tiga kader Partai Golkar di pemerintahan yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Namun partai tersebut akan menyambut jika masih dibutuhkan kader Golkar di pos kementerian lainnya.

Singgung soal 'Reshuffle' Jokowi Dianggap Bercanda

"Kami bersyukur di kabinet sudah ada tiga kader Golkar, Wakil Presiden, Menko Polhukam dan Kepala BNP2TKI," katanya.

Sementara Sekjen Golkar, Idrus Marham mengatakan,a Golkar akan mendukung reshuffle jika hal tersebut akan memastikan Kabinet Kerja bisa bekerja lebih efektif dan produktif. Senada dengan Yorrys, Idrus mangatakan bahwa Golkar siap menyodorkan calon menteri kapanpun diminta Jokowi.

PKB Lihat Sinyal Reshuffle dari Jokowi

"Tentu Partai Golkar akan memanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan peran Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintahan," ujar Idrus.

Hal tersebut disampaikannya dengan munculnya kembali wacana reshuffle kabinet, menyusul sejumlah pembantu Presiden yang dianggap kurang cepat dalam menanggulangi inflasi musiman yang kembali terjadi pada tahun ini.

Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham.

Diisukan Jadi Menteri, Idrus Marham: Doakan Saja

"Saya belum tahu, itu biar ketua umum Golkar yang mempertimbangkan."

img_title
VIVA.co.id
13 Juni 2016