Pilkada DKI Diprediksi Dua Putaran
- ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Sementara itu, Anies dikenal oleh 82,8 persen masyarakat Jakarta dan disukai oleh 63,1 persen masyarakat. Lebih banyak warga Jakarta, yang menyukai Anies dibandingkan Basuki. Sedangkan Agus dikenal oleh 81,5 persen dan disukai oleh 53,5 persen masyarakat Jakarta.
Sementara itu, menyangkut popularitas dan kedisukaan para kandidat Wakil Gubernur, Djarot dikenal oleh 79,6 persen dan disukai 46,9 persen warga. Sandiaga dikenal oleh 75,6 persen dan disukai oleh 50,8 persen masyarakat. Sementara itu, Sylviana dikenal oleh 56,1 persen dan disukai oleh 32,7 persen warga Jakarta.
Secara umum, masyarakat DKI Jakarta menilai Basuki-Djarot berhasil dalam hal penyediaan transportasi umum yang memadai, pembersihan sungai-sungai di Jakarta, perbaikan fasilitas angkutan dan jalan raya, dan perbaikan kinerja birokrasi. Sedangkan dalam hal penanggulangan banjir, penanggulangan kemacetan, penertiban "pemukiman liar", dan penertiban pedagang kaki lima (PKL), Basuki-Djarot dinilai gagal.
"Berbasis hasil tiga kali survei yang sudah dilakukan, serta riset dan pemetaan politik Jakarta, ditambah dengan kecenderungan pemilih Jakarta sejak Pilkada 2012, saya pribadi menduga bahwa Pilkada Jakarta berpotensi besar berlangsung dalam dua putaran," tulis Eep.
Menurtunya, tren data yang tersedia menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandiaga berpotensi mendulang suara terbanyak dalam Putaran Pertama, diikuti oleh pasangan Basuki-Djarot. Tersedia potensi yang cukup besar, petahana dapat ditumbangkan dalam Pilkada Jakarta 2017 ini, mengulang fenomena serupa dalam Pilkada 2012 lalu.
Eep menjelaskan, PRC merupakan lembaga di bawah PolMark Indonesia. PRC menggelar survei Pilkada Jakarta 2017 sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan Februari, Juli dan Oktober 2016.
Survei ketiga PRC PolMark Indonesia yang kegiatan wawancara/turun lapangannya diadakan pada 28 September - 4 Oktober 2016 lalu.
Survei ini dilakukan terhadap 1.100 responden, yaitu warga Jakarta berhak pilih pada saat survei diadakan.
Responden diambil dengan metode multistage random sampling (sampel acak bertingkat), diwawancarai secara tatap muka. Margin of error survei ini adalah +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terdistribusi secara proporsional di setiap Kota di DKI Jakarta. (asp)