SBY Segera Jelaskan Posisinya Terkait Kasus Munir
- VIVA.co.id/Irwandi Arsyad
VIVA.co.id – Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono ingin menjelaskan kepada publik bahwa ia juga ingin menegakkan apa yang sudah direkomendasikan Tim Pencari Fakta (TPF) soal kasus pembunuhan Munir.
Pada hari Minggu kemarin, SBY sempat menuliskan sejumlah kicauan di Twitter terkait kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi (HAM) itu. Kicauan itu untuk menanggapi tudingan sejumlah pihak yang mengaitkan kasus Munir dengan dirinya.
"Dan pada saat Pak SBY memimpin negara ini, pro justicia sudah dilakukan, memanggil, memeriksa dan mengadili beberapa orang yang sudah direkomendasikan TPF itu," kata Didik ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Oktober 2016.
Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, pemerintah saat ini harus merespons hal tersebut dengan baik dan juga memberikan penjelasan kepada masyarakat.
"Konteks dasarnya adalah bahwa pada saat TPF sampaikan pada Presiden saat itu, seluruh dokumen yang disampaikan kawan-kawan TPF yang ada tujuh bundel itu sudah didistribusikan kepada aparat penegak hukum, kejaksaan, kepolisan, untuk ditindaklanjuti di dalam proses pro justicia," ujarnya.
Kemudian, Didik juga membenarkan bahwa akan ada penjelasan lebih lanjut dari SBY soal ini. Dia meminta semua pihak untuk menunggu penjelasan itu.
"Nah, kita sudah membaca Twitter Pak SBY, bahwa kita tunggu dua-tiga hari ke depan Pak SBY akan menjelaskan standing-nya," kata Didik.
Berikut ini sejumlah kicauan SBY di akun Twitternya kemarin, terkait kasus Munir.
Dua minggu terakhir ini pemberitaan media & perbincangan publik terkait hasil temuan TPF Munir amat gencar. *SBY*
Saya amati perbincangan publik ada yg berada dlm konteks, namun ada pula yg bergeser ke sana - ke mari &Â bernuansa politik. *SBY*
Dlm dua minggu ini pula, sbg mantan Presiden, saya terus bekerja bersama para mantan pejabat KIB, utk siapkan penjelasan. *SBY*
Kami buka kembali semua dokumen, catatan & ingatan kami - apa yg dilakukan pemerintah dlm penegakan hukum kasus Munir. *SBY*
Kami buka kembali semua dokumen, catatan & ingatan kami - apa yg dilakukan pemerintah dlm penegakan hukum kasus Munir. *SBY*
— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 23 Oktober 2016