Rupiah Jeblok, Menteri Rini Minta BUMN Rem Impor

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus terpuruk. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah telah menembus di atas Rp14.700 per dolar AS.

img_title Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Untuk itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno pun memberikam imbauan, kepada seluruh perusahaan pelat merah untuk mengurangi impor agar rupiah bisa kembali menguat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang saat ini kami coba selalu tekankan (ke perusahaan BUMN) sekarang adalah bagaimana kita mengurangi impor," ujar Rini di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.

img_title Cegah Kebocoran dan Underinvoicing Ekspor-Impor, Purbaya Siapkan Pusat Intelejen IT

Rini juga mengatakan, sebetulnya banyak perusahaan BUMN mendapatkan keuntungan besar dengan penguatan dolar. Khususnya perusahaan yang berorientasi ekspor seperti perusahaan batu bara, timah, nikel hingga kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). 

Ia pun menekankan kepada perusahaan di sektor tersebut agar bisa menggunakan dolarnya untuk kepentingan di dalam negeri. 

img_title Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

"Nah ini yang kami jaga supaya bagaimana benar-benar bagaimana dolar nya. selama ini sih sudah dimanfaatkan betul untuk kepentingan dalam negeri terutama untuk kepentingan BUMN," katanya. 

Menurut Rini, beberapa hal yang dapat mengurangi impor adalah memperbanyak penggunaan campuran minyak sawit atau CPO untuk bahan bakar mobile power plan milik PT PLN. Dikatakan Rini, ada beberapa mobile power plant yang bisa menggunakan 100 persen CPO. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini juga saya dorong. Kalau sekarang memang B20, 80 persen masih solar 20 persen CPO. sekarang ternyata sudah ada alat yang bisa merombak untuk memanfaatkan 100 persen CPO. Kami sedang coba, sedang usulkan, semoga dapat diterima untuk kita mengkonversi sekitar 1.000 megawatt." katanya. 

Akan tetapi, Rini mengatakan bahwa ini adalah program jangka menengah panjang dan diyakini bisa mengurangi devisa sampai US$1 miliar. a

Bendera China.

China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China (CCP) menjadikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai salah satu pilar utama dalam strategi ekonomi dan teknologi

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut