Keamanan Pangan Sumbar Masih di Bawah Ambang Batas

Persediaan Beras
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

VIVA – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyebutkan, saat ini kondisi pangan di wilayahnya masih di bawah ambang batas.

img_title Ngeri! Serangan Siber Bikin Freezer Supermarket Eropa Panas, Ribuan Produk Terancam Terbuang

Secara umum, katanya, proyeksi ketersediaan pangan Provinsi Sumatera Barat pada tahun ini mengalami surplus, dengan produk beras 894.550 ton, daging 11.685 ton, telur 6.249 ton, susu 729 ton, dan ikan 175.685 ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keamanan pangan kami masih di bawah ambang batas. Ketersediaan pangan yang memadai baik dari segi kuantitas, kualitas, keamanan dan harga yang terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia menjadi prasyarat terwujudnya ketahanan pangan nasional,” kata Nasrul Abit, Rabu 5 September 2018.

img_title Daftar 33 Negara yang Minta Warga Siapkan Stok Pangan Darurat, Ada Tetangga RI!

Nasrul menjelaskan, walau kondisi keamanan pangan di Sumbar dari hasil pemeriksaan laboratorium masih di bawah ambang batas, sangat diperlukan upaya meminimalisasi residu tersebut.

Sebagai gambaran, dari hasil pemeriksaan terhadap 48 sampel cabai merah, bawang merah, tomat, seledri yang diuji di laboratorium pestisida terdeteksi 38 sampel atau sekitar 72,92 persen mengandung residu yang masih di bawah ambang batas.

img_title Bukan Cuma Beras dan Cabai, Ini Daftar Barang yang Bikin Pengeluaran Makin Mahal

Untuk mengendalikan itu, Nasrul menyebutkan jika Pemprov Sumbar bakal mengambil langkah menekan seminimal mungkin residu kimia yang terdapat pada bahan pangan, akibat dari pemakaian pupuk, obat pengendali hama dan penyakit, bahan pemicu pertumbuhan dan penggunaan obat hewan yang tidak tepat guna.

Menurut Nasrul, dalam UU No 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan itu merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Baik dari sisi jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan serta budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan berkelanjutan.

“Dalam mewujudkan ketahanan pangan itu, terdapat tiga sub sistem yang terintegrasi yakni ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi pangan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wagub Nasrul juga menyampaikan keamanan pangan merupakan syarat penting yang melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh masyarakat. Pangan yang bermutu dapat dihasilkan dari budidaya pertanian ramah lingkungan juga dapur rumah tangga maupun industri pangan.

Keamanan pangan bukan hanya isu dunia, tetapi juga menyangkut kepedulian individu. Dalam menyediakan pangan, perlu dilakukan dengan meningkatkan dan mempermudah akses pangan bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut