Keperkasaan Dolar AS Mulai Meredup

Dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Keperkasaan dolar Amerika Serikat, terhadap rupiah mulai meredup. Setelah sempat menyentuh level psikologis Rp15 ribu per dolar pada perdagangan valas kemarin, rupiah menguat di sekitar level Rp14.800 pada pagi ini. 

img_title Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.992 per Dolar AS, Bagaimana Pengaruh Kebijakan The Fed?

Dikutip dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, Kamis 6 September 2018, di perdagangan rata-rata antarbank dolar AS dibanderol Rp14.891. Atau, menguat dari perdagangan kemarin yang berada di level Rp14.927 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pagi ini pun, beberapa perbankan saat ini sudah menjual rupiah di bawah Rp15 ribu. Salah satunya Bank Central Asia yang membanderol kurs jual dolar AS senilai Rp14.910. 

img_title Khalid Basalamah Akui Setor Uang ke KPK Terkait Kasus Korupsi Haji, Totalnya Tembus 554.500 Dolar AS

Meski demikian, Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengigatkan, ancaman pelemahan rupiah masih berpotensi terjadi. Terlebih lagi, krisis ekonomi global yang terjadi di negara-negara berkembang saat ini belum selesai, bahkan cenderung menyebar. 

"Pelemahan tajam Lira Turki dan Peso Argentina, menyebar seperti virus ke negara-negara berkembang lainnya. Rupiah, Rand, dan Rubel Rusia hanyalah sebagian dari banyak mata uang yang terperosok di lingkungan trading negatif," ungkap Lukman dikutip dari analisisnya.  

img_title Rupiah Menguat Tipis, Rencana BEI Singkirkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sorotan

"Krisis keuangan di Turki dan Argentina, merusak sentimen dan ketegangan dagang membuat pasar menghindari risiko, sehingga prospek jangka pendek mata uang pasar berkembang tetap negatif," tambahnya. (asp)

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Rupiah sore hari ini ditutup melemah ke Rp18.080 per dolar AS akibat kekhawatiran pasokan energi global, kenaikan harga minyak, dan tekanan fiskal Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut