BI: Dana Pihak Ketiga Turun Jadi 6,9 Persen

Logo Bank Indonesia di Jakarta
Sumber :
  • REUTERS/Fatima El-Kareem

VIVA – Bank Indonesia mencatat penurunan dana pihak ketiga atau DPK dari tujuh persen hingga Agustus 2018 menjadi menjadi 6,9 persen pada September.

img_title Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Penurunan itu menyebabkan kesenjangan yang cukup besar dibandingkan penyaluran kredit yang cenderung mengalami peningkatan dari yang sebelumnya sebesar 10,8 persen menjadi 11,3 persen pada Juli 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto, menjelaskan bahwa penurunan DPK terutama karena penurunan DPK berdenominasi valuta asing atau valas. Sebab korporasi mengurangi pinjaman luar negerinya dan pembiayaan capex dari kemampuannya sendiri.

img_title Cerita Konsumen Mau Beli Motor Tunai, Malah Ditawari Kredit

"Sehingga mengalami penurunan. Lebih lambat lagi DPK valas ini disebabkan faktor-faktor DPK tersebut, sebagaimana kita ketahui untuk pembayaran impor dan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur, di samping pemeritmah menerbitakan surat berharga negara," katanya di Jakarta, Kamis 27 September 2018.

Di samping itu, katanya, penurunan juga dipicu penurunan dari sektor industri keuangan non-bank atau IKNB yang diharuskan Otoritas Jasa Keuangan untuk menyimpan dananya dalam bentuk surat berharga negara.

img_title Kredit Kendaraan Nol Persen Diperpanjang hingga 2027

Akibatnya, Erwin memperkirakan, hingga akhir tahun atau Desember 2018, IKNB akan mengubah dananya hingga Rp29 triliun untuk dikonversikan ke SBN.

"Sampai akhir tahin kita perkirakan ada gap antara kredit dengan DPK yang besarnya kurang lebih Rp99 triliun. Dan ini semuanya memang kita dari Bank Indonesia melihat ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan karena ini masih sangat besar sekali bisa ditutup dari kelebihan pendanaan yang disimpan di dalam proyeknya," ujarnya. (ren)

Pengusaha sukses dari Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam - Foto Dok Istimewa

Bank Mandiri Akui Beri Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam untuk Modal Tambang Batu Bara, Rp17 Triliun Sudah Cair

Bank Mandiri akui beri fasilitas kredit Rp40 triliun kepada Jhonlin Baratama milik Haji Isam. Sebanyak Rp17 triliun telah digunakan, dengan jaminan saham JARR dan PGUN.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut