Kenali Gejala dan Tanda-tanda Gila Berbelanja
Tentu saja, menggesek kartu kredit untuk belanja itu sangat mudah seolah tanpa beban. Maka dari itu, selalu pertimbangkan dan berpikirlah dua kali ketika akan menggunakan kartu kredit saat di pusat perbelanjaan maupun tempat-tempat kongko seperti kafe dan restoran.
Sering memakai kartu kredit artinya berutang pada diri sendiri, dan aktivitas berutang seperti inilah yang bisa memicu terjadinya belanja yang tanpa disadari melebihi bujet.
3. Gampang jadi andalan teman saat berbelanja
Biasa berbelanja dengan banyak teman? Bagaimana perasaan Anda saat belanja dan banyak teman-teman yang menemani? Secara tidak sadar, mungkin Anda akan mengatakan menyenangkan.
Tapi, ketika Anda coba berpikir, ternyata itu tak sepenuhnya benar. Teman saat shopping sebenarnya sering membawa bencana pada keuangan Anda. Bagaimana tidak? Ketika teman-teman Anda membeli berbagai macam barang, kemungkinan besar Anda akan terbawa untuk membelinya juga.
Kalau sudah begitu, bisakah kalian tetap mempertahankan pengelolaan keuangan yang sudah diatur sedemikian rupa?
4. Sudah menentukan bujet untuk belanja, tapi diabaikan
Sangat berbahaya apabila belanja tanpa memerhatikan bujet yang telah ditentukan. Jangan merasa karena sudah memiliki uang banyak hingga melupakan bujet belanja yang sudah ditetapkan.
Jika ini yang terjadi, bersiaplah untuk kehilangan uang demi hal-hal yang sejatinya tidak penting. Mulai dari sekarang, penting untuk selalu memperhatikan bujet sebelum kalian berbelanja.
Tidak harus membawa catatan atau buku untuk mengingatkan, cukup dengan smartphone yang telah dimiliki untuk membantu mengingatkan pada anggaran belanja Anda.
5. Sering dobel saat beli barang
Seorang yang gila belanja biasanya memiliki kebiasaan membeli barang dobel atau membeli barang yang sama lebih dari satu kali. Kalau yang dibeli adalah barang-barang yang dibutuhkan masih bisa dikatakan aman.
Tapi kalau sudah membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, hal ini akan menyebabkan overspending karena Anda tidak mampu menentukan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan semata.
Misalnya koleksi baju, tas, dan sepatu yang sudah dimiliki lebih dari cukup. Tapi karena keinginan belanja yang menuntut pemenuhan sudah tidak bisa dikontrol, maka yang terjadi adalah Anda malah membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan bahkan tidak penting.