Cadangan Devisa April Turun US$200 Juta

Gedung bank Indonesia
Sumber :

VIVA – Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2019, sebesar US$124,3 miliar, sedikit menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret sebesar US$124,5 miliar.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, Onny mengatakan, catatan cadangan devisa tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

"Bank Indonesia menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," kata Onny melalui siaran pers, Rabu 8 Mei 2019.

Turunnya cadangan devisa sebesar US$200 juta pada April 2019 itu, dikatakannya, terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerimaan valas lainnya, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik," tegas dia.

Rupiah menguat terhadap dolar AS.

Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.590 per dolar AS. Posisi itu menguat 42 poin atau 0,24 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.632 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut