Airlangga 'Pede' RI Kuasai Pasar E-Commerce ASEAN pada 2025

Ilustrasi e-commerce.
Sumber :
  • Entrepreneur

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengaku optimistis bahwa pergerakan ekonomi digital di Indonesia akan semakin maju ke depannya. Bahkan, Airlangga yakin jika Indonesia akan bisa menguasai pasar e-commerce ASEAN pada 2025.

img_title Ekspor Indonesia Tumbuh 4,43 Persen, Logistik Jadi Kunci Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

"Kalau dihitung, nilai transaksi di pasar digital Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$135 miliar, atau sekitar 85 persen dari total perdagangan e-commerce market di kawasan Asia Tenggara," kata Airlangga dalam telekonferensi, Jumat 17 Juli 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Airlangga memastikan, potensi pasar e-commerce Indonesia yang nilainya hingga sekitar US$135 miliar itu, sudah cukup besar dibandingkan keseluruhan pasar ASEAN yang totalnya mencapai US$150 miliar.

img_title Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI 2026

"Jadi, lebih dari 85 persen pasar e-commerce ASEAN itu adanya di Indonesia," ujar Airlangga.

Karena itu, Airlangga pun berharap bahwa peluncuran Digital Kredit UMKM (DigiKU) oleh pemerintah pada hari ini, akan semakin mampu menopang misi untuk menguasai pasar e-commerce ASEAN tersebut.

img_title Promo Tanggal Kembar Bikin Kalap? Ini Cara Belanja Hemat agar Gaji Tak Cepat Habis

Menurutnya, platform online DigiKU itu nantinya juga akan bisa memberikan akses seluas-luasnya, bagi para pelaku UMKM di Tanah Air.

"Semoga platform ini digunakan Himbara untuk lebih menjangkau masyarakat luas, usaha kecil menengah, termasuk industri menengah," kata Airlangga.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.949 Triliun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kehadiran platform DigiKU ini, lanjut Airlangga, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp190 triliun pun diharapkan akan lebih bisa terbantu. Karena pada periode Januari-Juni 2020, total plafon KUR sudah mencapai Rp76 triliun dan mampu menjangkau lebih dari 2,22 juta debitur.

"Harapannya ini bisa semakin diakselerasi dengan platform DigiKU UMKM, dan bisa segera pulih dari persoalan melemahnya permintaan. Sehingga, diharapkan awal tahun depan UMKM bisa kembali beroperasi dan menemukan demand-nya lagi," ujarnya. (art)

Ilustrasi traveling.

Tak Hanya Perdagangan Digital, Bisnis Perjalanan Ikut Mengerek Kinerja Emiten E-Commerce

Persaingan industri perdagangan digital tidak hanya berlangsung di sektor jual beli barang. Perusahaan e-commerce juga merambah bisnis perjalanan dan akomodasi untuk...

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut