Antisipasi Krisis, LPS Akan Diperkuat

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Audy Alwi

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa pemerintah tengah melakukan kajian untuk memperkuat peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di dalam penanganan krisis di industri jasa keuangan.

img_title Antisipasi Krisis Listrik, ESDM Kebut Operasional PLTA Batang Toru

Penguatan tersebut dilakukan seiring dengan adanya kajian penguatan kerangka kerja stabilitas sistem keuangan, agar langkah penanganan permasalahan pada lembaga jasa keuangan maupun pasar keuangan dapat ditangani dengan lebih efektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan tersebut, dikatakan Sri, dilakukan dengan memberikan kapasitas LPS untuk berfungsi sebagai risk minimizer, tidak lagi hanya sebatas loss minimizer sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang LPS.

img_title Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan RI, INACA Tekankan Perlunya Kebijakan Responsif Pemerintah

Baca juga: Panjar Beli Vaksin Corona, Pemerintah Siapkan Rp3,3 Triliun

"Penguatan juga dilakukan di sisi peran LPS, dari sebelumnya sebatas fungsi loss minimizer menjadi risk minimizer," kata Sri saat konferensi pers, Jumat, 4 September 2020.

img_title Gempa Dahsyat Venezuela Picu Penjarahan, Warga Rebut Makanan hingga Obat di Tengah Krisis

Dengan adanya penguatan tersebut, kata Sri, maka nantinya LPS dapat mengambil tindakan atau intervensi awal dalam menangani bank yang mengalami kesulitan likuiditas, di tengah kondisi krisis yang terjadi.

"Dalam hal ini perlu adanya mandat LPS untuk bisa melakukan early intervention termasuk dalam bentuk penempatan dana," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Sri, penguatan juga dilakukan di sisi instrumen yang dapat digunakan oleh perbankan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, katanya, sedang dikaji penyederhanaan persyaratan instrumen likuiditas bagi perbankan, dalam rangka meningkatkan aksesibilitas bank yang membutuhkan dukungan likuiditas.

"Misalnya pinjaman likuiditas jangka pendek (PLJP) dan pembiayaan likuiditas jangka pendek syariah (PLJPS) oleh Bank Indonesia sebagai lender of the last resort," katanya.

Ilustrasi perubahan iklim.

Guru Besar Ungkap 3 Ancaman yang bikin Pasokan Pangan Dunia Krisis

Guru Besar Universitas Guelph, Kanada, Evan Fraser, menyebutkan ada tiga hal yang mengancam pasokan pangan global: konflik, perubahan iklim, dan penurunan hasil panen.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut