Cara Kredit Rumah DP 1 Persen hingga Dapat Subsidi Uang Muka
- ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk merilis fitur baru untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yaitu fitur Graduated Payment Mortgage (GPM). Dengan layanan ini uang muka KPR bisa ditekan 1 persen atau dapat subsidi uang muka hingga 45 persen.
Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, dalam fitur GPM, suku bunga kredit yang diberikan fixed sebesar 10 persen selama 3 tahun dengan perbedaan mencolok dengan KPR BP2BT yang lama yang belum dilengkapi fitur GPM. Versi sebelumnya belum menggunakan sistem suku bunga berjenjang pada 3 tahun pertama kredit berjalan.
KPR BP2BT sendiri merupakan salah satu skema KPR subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Karena itu berbagai keringanan diberikan.
Baca juga: Daerah di Bogor Ini Diprediksikan Alami Sunrise Property
“Kami harapkan dengan fitur GPM angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk dapat memiliki rumah impiannya,” kata Pahala dikutip dari keterangannya, Senin, 7 September 2020.
Pahala menjabarkan, keringanan yang bisa didapatkan dalam fitur KPR BP2BT. Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 persen dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp40 juta.
Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun. Dan yang keempat, terbaru fitur GPM, suku bunga kredit hanya 10 persen untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating, dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Pahala, inovasi tersebut menjadi strategi BTN untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi selain menggunakan skema FLPP maupun SSB. Sehingga BTN bukan sekadar bank penyalur, tapi bank yang berkomitmen mendorong pencapaian Program Sejuta Rumah.
“Dengan fitur GPM tersebut, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit. Adapun per Agustus lalu pencapaian kami baru sekitar 300 unit,” kata Pahala.