IHSG Dibuka Merah, Investor Bisa Jenuh

Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memerah di level 5.494 pada pembukaan perdagangan Kamis 12 November 2020. Posisi itu melemah 15 poin atau 0,27 persen, dibanding penutupan perdagangan Rabu 11 November 2020 di level 5.509.

img_title IHSG Menggila di Awal Perdagangan, Sempat Tembus 5.039 dengan 402 Saham Menguat

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi, IHSG memiliki potensi untuk bergerak jenuh pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meskipun terdapat optimisme pada sektor telekomunikasi terhadap realisasi UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. Terkait penetapan tarif batas atas dan batas bawah untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi oleh pemerintah yang akan membawa dampak positif," kata Lanjar dalam analisisnya, Kamis 12 November 2020.

img_title Bukan Sekadar Tren Teknologi, AI Kini Mulai Menarik Perhatian

Baca juga: RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Ritel Se-Asia Pasifik 2021

Di sisi lain, para investor juga akan menunggu data transaksi berjalan Indonesia yang akan dirilis pada Kamis. Ada pula sentimen data tingkat inflasi di Amerika Serikat.

img_title IHSG Ditutup Menghijau ke Level 4.919, Saham PGEO dan ANTM Melonjak Dua Digit

"Sehingga investor juga akan mewaspadai pergerakan IHSG yang berpotensi menjenuh pada penguatannya di support dan resistance 5.484-5.520 setelah mencapai target dari formasi pennant pattern," ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya yakni ADRO, INDF, LPPF, UNTR, BRIS, dan MDKA.

Sementara itu, secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 5.490,81 hingga 5.612,41.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic, maupun RSI, masih menunjukkan sinyal positif, meskipun Stochastic maupun RSI dapat berpotensi terjadi jenuh beli.

"Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya. (art)

IHSG

IHSG Menguat 2,25 Persen ke Level 5.030, Seluruh Sektor Saham Kompak Menghijau

IHSG ditutup menguat 2,25 persen ke level 5.030,26 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 5 November 2026. Seluruh indeks sektoral kompak menghijau.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut