Digitalisasi Selamatkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Ini Buktinya

Ilustrasi transaksi digital.
Sumber :
  • https://www.einfochips.com/

VIVA – Pembatasan pergerakan masyarakat selama pandemi COVID-19 membuat ekonomi digital meningkat saat ini. Termasuk, transaksi pembayaran melalui elektronik yang kini jadi tren tersendiri.

img_title Dari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran yang Lebih Terukur

Setelah lebih dari 1 tahun COVID-19 mewabah, adanya ekonomi digital tanpa disadari membuat masyarakat lebih kuat dalam menghadapi pandemi. Terutama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan, 2020 menjadi momentum meningkatnya digitalisasi ekonomi. Hal itu terbukti dari adanya peningkatan signifikan dalam transaksi e-Commerce, digital banking, dan transaksi uang elektronik. 

img_title Utang Luar Negeri RI Juli 2026 Naik Jadi US$454,8 Miliar Gegara Ini

Tahun ini menurutnya, dengan mulai terkendalinya penanganan pandemi melalui vaksinasi, digitalisasi ekonomi akan lebih terakselerasi. Hal itu sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang hasilnya semakin nampak.

“Adanya pelaksanaan vaksinasi dan digitalisasi, prediksi Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 akan mampu bertumbuh 4,3 sampai 5,3 persen,” jelas Filianingsih pada webinar Indonesia Data and Economic Conference 2021 bertajuk ‘Payment System in Digital Era’, Rabu, 24 Maret 2021.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Dia menjabarkan pada kuarta-IV 2021, transaksi e-Commerce mencapai Rp90,28 triliun atau meningkat sekitar 28 persen. Sementara itu, digital banking mencapai mengalami peningkatan sebesar 12,4 persen, dan secara tahunan tumbuh pesat mencapai 41 persen. 

"Sementara itu kalau kita lihat di uang elektronik mengalami pertumbuhan yang besar secara kuartalan yaitu 18 persen dan secara year on year hampir 20 persen,” tambahnya. 

Meski demikian lanjut dia, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama guna bisa menggenjot digital ekonomi di masa depan. Salah satunya adalah belum meratanya kegiatan ekonomi di Indonesia.

"SDM (Sumber Daya Manusia) kekurangan tenaga kerja, pusat kegiatan ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa Barat khususnya Jakarta," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu dia menegaskan, pembentukan ekosistem menjadi kunci kolaborasi antara bank dan fintech, termasuk UMKM yang menjadi kekuatan utama ekonomi. Saat ini menurutnya, sebanyak 91,1 juta penduduk masih belum tersentuh perbankan unbanked dan 62,9 juta UMKM formal secara ekonomi dan keuangan.

Sementara itu, Presiden OVO Karaniya Dharmasaputra mengungkapkan bahwa ekonomi digital kini mulai berhasil masuk ke banyak pelaku ekonomi termasuk UMKM. Hal tersebut tercermin dari  sebagian besar merchant OVO didominasi oleh UMKM. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut