Sri Mulyani Perkirakan Penerimaan Pajak 2021 Tak Capai Target

Menteri Keuangan Sri Mulyani di DPR RI.
Sumber :
  • instagram @smindrawati

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penerimaan pajak tahun ini tidak akan tercapai. Akibatnya, penerimaan perpajakan secara keseluruhan juga tidak akan mencapai target 2021.

img_title Buntut Pembalut Kena PPN, Seorang Perempuan Gugat UU Pajak ke MK Menuntut Keadilan

Sri mengungkapkan, sesuai dengan target 2021, khusus untuk penerimaan perpajakan, ditetapkan sebesar Rp1.444,5 triliun. Namun, menurutnya, hingga akhir tahun ini hanya akan terkumpul Rp1.375,8 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besaran nominal penerimaan ini diperkirakannya masih lebih tinggi dari kondisi 2020 yang sebesar Rp1.285,1 triliun. Namun jauh lebih rendah dari sebelum adanya Pandemi COVID-19 sebesar Rp1.546,1 triliun.

img_title Protes Pajak Pembalut Wanita, YLKI: Negara Jangan Membebani Kebutuhan Dasar Biologis Perempuan

"Itu kita perkirakan dengan adanya varian delta dan mengerem penerimaan pada Juli, Agustus, nanti kita lihat perbulannya pertumbuhannya," kata dia saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Rabu, 25 Agustus 2021.

Adapun dari sisi penerimaan pajak, Sri menekankan, juga tidak akan mencapai target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun. Namun, diperkirakannya hanya bisa Rp1.142,5 triliun.

img_title Sama-sama Motor Matik, Pajak Honda BeAT dan Yamaha Mio Ternyata Berbeda

"Ini tentu sangat dipengaruhi oleh momentum pemulihan ekonomi. Kita terus akan mencari keseimbangan yang hati-hati antara mendukung pemulihan ekonomi dengan mulai melakukan pemulihan penerimaan perpajakan," tegas Sri.

Sementara itu, dari sisi kepabeanan dan cukai diperkirakan malah akan melonjak tinggi dari target APBN 2021 yang sebesar Rp215 triliun. Dia memperkirakan pada tahun ini akan mampu terkumpul Rp233,4 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia cukup bagus dari sisi penerimaannya dan kita harap akan tetap bisa bertahan untuk tahun depan. Terutama tidak melulu dari cukai namun dari kepabeanan karena kegiatan ekspor impor sudah membaik," ucap Sri.

Untuk itu, Sri mengungkapkan, demi mengoptimalkan penerimaan perpajakan secara keseluruhan pemerintah akan terus mendorong proses reformasi perpajakan, baik dari sisi pemanfaatan IT perbaikan SDM hingga integrasi antar sektor.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Hashim Sebut Pajak Digital Mulai 9 November, Airlangga: Nanti Kita Lihat

Rencana penerapan pajak digital pada 9 November 2026 masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut