Blok Dagang Terbesar Kedua di Dunia, Ini Manfaat RCEP bagi RI

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia/Kemendag
Sumber :
  • VIVA/Andry Daud

VIVA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan 10 negara ASEAN dan 5 negara di luar kawasan telah menyepakati adanya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sejak tahun lalu.

img_title Bersatunya Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Bikin China Khawatir, Kenapa?

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, saat ini masing-masing negara tengah menunggu pembahasan ratifikasi di DPR masing-masing negara anggota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh sebab itu dia mendorong anggota parlemen untuk segera menyepakati ratifikasi tersebut supaya masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan blok perdagangan kedua terbesar dunia ini.

img_title Satu Fitur Bikin 4,3 Juta Mobil Ditarik, Terbesar dalam Sejarah China

"RCEP ini adalah the second largest block di dunia setelah WTO di mana Indonesia termasuk di dalamnya," kata dia saat Sosialisasi RCEP di Bogor, Selasa, 5 Oktober 2021.

Karena kapasitasnya yang besar dan juga diikuti negara-negara di luar ASEAN, yakni Australia, New Zealand, China, Jepang dan Korea Selatan. RCEP ini ditekankannya harus dimanfaatkan dengan baik.

img_title Luhut dan Menlu China Wang Yi Rapat soal Investasi, Intip Pembahasannya

"Jadi bayangkan 5 negara Non-ASEAN yang bukan ASEAN ikut menandatangani ini bukan sesuatu yang biasa ini menunjukkan kawasan Asia Tenggara bisa memainkan peran yang penting," tuturnya.

Jerry pun mengatakan, potensi kumulatif RCEP ini sangat besar karena dari sisi total volume perdagangannya mencapai 27,4 persen dari keseluruhan perdagangan dunia.

Kemudian, total populasinya mencapai 29,6 persen dari total populasi dunia, foreign direct investment (FDI) 29,8 persen dari total dunia dan besaran produk domestik bruto atau GDP mencapai 30,2 persen.

"Bisa dibayangkan hampir 30 persen populasi RCEP ini yang ikut menyukseskan perdagangan dunia. Ini peran strategis yang bisa dilakukan Indonesia sebagai salah satu negara yang leading di ASEAN," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar membeberkan dampak positif bagi Indonesia masuk dalam perjanjian ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Menurutnya, RCEP akan membuat investasi meningkat lebih dari 20 persen, yang akhirnya dapat mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto dalam 10 tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, 60 juta UMKM akan terkena dampak positif dengan adanya kerja sama perdagangan ini. Sebab, akses pemasaran produk mereka semakin luas dengan biaya yang lebih murah.

"RCEP adalah sebuah kendaraan untuk meningkatkan peran dan kontribusi dan keberadaan Indonesia dalam perdagangan serta investasi dunia," ujar dia beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut