OJK Klaim 3.631 Pinjol Ilegal Berhasil Ditindak

Ilustrasi Praktik Pinjol Ilegal melalui SMS.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa cyber patrol atau patroli siber secara rutin guna menghambat penyebaran aplikasi fintech atau pinjol ilegal, akan terus dilakukan. Khususnya melalui sinergi bersama Kominfo, serta task force Satgas Waspadai Investasi (SWI) lainnya.

img_title Dorong Ekosistem Fintech RI Makin Aman dan Terpercaya, Peran Influencer Keuangan Perlu Diperkuat

Sebagai langkah konkrit, OJK bersama-sama dengan aparat penegak hukum dari kepolisian, kejaksaan, Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam SWI, akan terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap fintech/pinjol ilegal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setidaknya sejak 2018 sampai saat ini sudah lebih dari 3.631 fintech ilegal yang berhasil ditindak," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-bank OJK, Riswinandi, dalam telekonferensi, Selasa 9 November 2021.

img_title Benahi Tata Kelola, Perusahaan Fintech Ini Terapkan Sistem Meritokrasi

Baca juga: Di Atas Jurang 80 Meter, PUPR Buat Jembatan Gantung Kaca Pertama RI

Di sistem pengawasan internal OJK, Riswandi memastikan bahwa sedang dilakukan juga perbaikan dengan menggunakan pendekatan supervisory technology dengan membangun pusat data fintech lending (Pusdafil).

img_title Diduga Tidak Diberi KTP untuk Pinjol, Pria di Bandung Tega Sekap dan Aniaya Pacarnya

Progresnya, sampai saat ini sudah sekitar 102 perusahaan yang terkoneksi dan terintegrasi dengan Pusdafil, dimana tentunya integrasi ini akan terus dilanjutkan.

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Photo :
  • Website OJK

"Supaya pemain-pemain atau pelaku di industri fintech peer to peer lending itu juga dapat melakukan pengecekan, sebelum melakukan pencairan pinjaman kepada para calon nasabahnya," kata Riswandi.

Nantinya, lanjut Riswandi, seluruh transaksi dari fintech peer to peer lending ini akan dapat dimonitor, dan diawasi secara langsung oleh OJK bersama para stakeholder terkait lainnya.

Baik itu pengawasan terhadap limit pinjamannya, monitor tingkat keberhasilan penyaluran pinjaman, kemudian juga pada aspek kepatuhan di wilayah penyaluran pinjaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diharap dengan hadirnya sistem pengawasan ini, nantinya dapat semakin memperkuat pengawasan terhadap operasional dari fintech peer to peer lending yang berizin dan terdaftar dari OJK," ujarnya.

Ilustrasi akses data pinjol ilegal

OJK Berantas Ribuan Pinjol Ilegal, 702 Ribu Rekening Scam Diblokir dan Rp207 Miliar Dikembalikan

OJK dan Satgas PASTI menghentikan ribuan entitas terkait keuangan ilegal. IASC memblokir sekitar 702.833 rekening scam dengan dana sebesar Rp825,2 miliar.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut