Transformasi Digital, Jasa Raharja Klaim Permudah Pelayanan Publik
- vivanews/Andry Daud
Bukan cuma itu, kata dia pelayanan santunan program pencegahan kecelakaan juga tak luput dilakukan, salah satunya dengan mengintegrasikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement dengan aplikasi JRKu. Demikian juga kegiatan pencegahan yang bersifat edukatif berupa pelatihan kepada awak angkutan, pelatihan penanganan korban lakalantas bagi masyarakat untuk mengurangi fatalitas.
Pun kegiatan bersifat partisipatif berupa sinergi dengan stakeholder Korlantas Polri, Kemenhub, lima pilar keselamatan jalan dalam bentuk safety campaign bersama. dan tentunya kegiatan bersifat preventif yaitu pendistribusian alat-alat/sarana pencegahan kecelakaan, dan program seperti mudik online.
Jasa Raharja pun mengklaim berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dimana dalam merealisasikannya berpedoman kepada empat  pilar TJSL yaitu Pilar Lingkungan, Pilar Sosial, Pilar Hukum dan Tata Kelola dan Pilar Ekonomi.
Transformasi Digital dan Efisiensi
Menurutnya, transformasi digital dan inovasi yang berhasil diusung ditambah dengan keberhasilan melakukan efisiensi memberikan dampak positif di sektor keuangan Jasa Raharja sehingga membukukan kinerja kuartal III-2021 yang positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan total aset sebesar Rp16 triliun atau naik 16,39 persen dari posisi periode sama tahun lalu. Dari sisi permodalan, Jasa Raharja tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 702,88 persen meningkat 27,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 553 peresn, seiring kenaikan ekuitas sebesar 22,01 persen menjadi Rp12,68 triliun. Angka RBC ini jauh di atas angka RBC yang ditetapkan regulator yakni sebesar 120 persen.
Terakhir, dia mengatakan pihaknya pun mencatat hasil investasi hingga September 2021 sebesar Rp590,12 miliar atau naik 7,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan pengelolaan investasi yang secure dan aman dan juga seiring mulai membaiknya kondisi pasar modal jika dibandingkan dengan tahun 2020 pada saat awal pandemi.
Alhasil, PT Jasa Raharja mampu mencetak kinerja positif di tengah pandemi COVID-19, berupa peningkatan laba bersih sebesar 48,85 persen atau sebesar Rp1,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp911,68 miliar.