Bantu Air Bersih Warga Sorong, Pertamina EP Ciptakan Peri Berdaya

Program air bersih Peri Berdaya Pertamina EP Papua Field.
Sumber :
  • Dok. Pertamina

VIVA – PT Pertamina EP Papua Field melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Peri Berdaya), mewujudkan keinginan masyarakat akan ketersediaan air bersih di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

img_title Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE, Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri

Communication Relation & Community Involvement and Development PT Pertamina EP Papua Field, Hariyanto menjelaskan, dengan program Peri Berdaya ini maka air bersih pun telah berhasil dialirkan dari jalur-jalur pipa, menuju 400 rumah yang didiami 1.770 KK di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami melakukan Social Mapping Papua Field di 2017 untuk menginventarisasi kebutuhan warga. Ada banyak daftar kebutuhan yang diajukan masyarakat, kami musyawarah. Akhirnya pengadaan air bersih ini yang menjadi prioritas," kata Hariyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat 17 Desember 2021.

img_title Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM dan LPG, Siapkan Ratusan Infrastruktur Distribusi

Hariyanto menjelaskan, selama ini Kampung Maladuk belum pernah merasakan adanya air bersih yang cukup. Untuk minum, mereka mengandalkan air hujan atau membeli air, sebab air tanah sama sekali tak bisa digunakan.

"Bila dihitung, pengeluaran mereka sampai Rp3.240.000/tahun/KK untuk konsumsi. Kebutuhan ini sedikit berkurang pada musim hujan sebab mereka memanen air hujan. Untuk kebutuhan selain konsumsi, warga kampung bergantung dari Sungai Klasafet, sungai besar yang mengalir di Distrik Klasafet," ujarnya.

img_title Pertamina dan Negara ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi, Timor Leste Ikut Ambil Peran

Menurut Silviana Kondologit, Kepala Kampung Maladuk di Distrik Klasafet, setiap hari para perempuan dan anak-anak mengangkut air dari sungai untuk mengisi drum. Pada saat permukaan sungai naik, warga mengambil air dengan timba untuk ditampung di drum.

"Kalau sehari bisa sampai dua drum untuk kebutuhan keluarga. Kebanyakan yang mengangkut mama-mama dan anak-anak yang membantu," kata Silviana.

Diketahui, satu drum itu diketahui berisi 200 liter. Untuk memenuhi kebutuhan air keluarga, hal itu lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan. Laki-laki biasanya hanya mengambil air untuk kepentingan mandi dirinya dan tidak terlalu banyak menggunakan air di rumah. Sebab, kegiatan rumah tangga lebih banyak dikerjakan oleh perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi kerja Pertamina EP.

Photo :
  • Dok. Pertamina EP

Sungai Klasafet, keruh airnya, merupakan urat nadi dari kampung ini. Mereka berinteraksi dengan sungai mulai mencari ikan, penunjang transportasi selain melalui darat, mandi, cuci, hingga arena bermain bagi anak-anak. Dari bayi yang baru lahir hingga dewasa, mereka menggunakan air sungai untuk mandi. Lumpur dan keruhnya air menjadi karib bagi mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut