IMF Minta BI Batasi Pembiayaan APBN di 2022

logo IMF
Sumber :
  • Dok IMF

VIVA – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) merekomendasikan Bank Indonesia (BI) membatasi pembelian langsung surat utang negara atau membiayai APBN tahun 2022. Hal itu sejalan dengan kebijakan Indonesia yang mulai mengendurkan stimulus ekonomi era pandemi.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

"Tim IMF mendukung komitmen pihak berwenang untuk keluar dari pembiayaan anggaran moneter pada tanggal target akhir 2022, dan selanjutnya merekomendasikan untuk membatasi pembelian pasar primer lebih lanjut di bawah mekanisme pasar tahun ini hanya untuk periode disfungsi pasar yang parah," ujar Cheng Hoon Lim, Kepala Tim Misi IMF Indonesia dilansir dari CNA, Kamis 27 Januari 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Logo Bank Indonesia.

Photo :
  • VivaNews/ Nur Farida

img_title Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.200, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Tertekan

Dalam laporan yang diterbitkan, IMF juga merekomendasikan BI untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam nilai tukar rupiah jika ekonomi dihadapkan pada dampak negatif dari pengetatan moneter global.

BI telah memangkas suku bunga sebesar 150 basis poin dan menyuntikkan puluhan miliar dolar sejak 2020 untuk membantu Indonesia mengatasi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.

img_title Prabowo Ungkap Data IMF, Ekonomi RI Masuk 7 Besar Dunia

Beberapa dukungan likuiditas tersebut berupa pembelian obligasi pemerintah melalui lelang dan private placement, untuk membatasi beban bunga utang pemerintah.

BI akan menaikkan 300 basis poin rasio persyaratan cadangan untuk bank dari Maret hingga September sebagai langkah pertama menuju pengurangan stimulus moneter, katanya pekan lalu.

Lim juga mengatakan, Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk menormalkan kebijakan dan langkah penyerapan likuiditas BI akan membantu mengantisipasi pengetatan moneter Federal Reserve AS.

“Jika dan ketika The Fed melakukan pengetatan, kami tidak mengantisipasi kebutuhan arus keluar modal yang signifikan karena transaksi berjalan kuat, sehingga kami mengharapkan penyesuaian kebijakan moneter yang teratur untuk BI,” kata Lim.

Dalam kasus arus keluar modal, lanjut dia, BI harus menjaga ruang kebijakan moneternya dengan membiarkan rupiah menyerap guncangan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IMF juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 menjadi 5,6 persen pada 2022, dari 5,9 persen. Menurut Lim, ini disebabkan oleh penyebaran varian Omicron dan pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat.

Gubernur BI, Destry Damayanti

Hashim Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp22.000 Gegara MSCI, Begini Respons Bos BI

Hashim Djojohadikusumo memperingatkan rupiah bisa melemah hingga Rp22.000 jika investor asing keluar akibat isu MSCI. BI menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut