Kisah Klasik Kedelai, Tempe dan Tahu: Dilematis
- VIVA/Putra Nasution (Medan)
"Kami kurangi produksi, karena untuk mengurangi kerugian. Kalau di hari normal sehari bisa hingga 400 kilogram. Saat ini, rata-rata 300 kilogram, bahkan hari ini 200 kilogram," kata Pemilik CV Gudange Tahu Takwa (GTT) Gatot Siswanto di Desa Toyoresmi.
Kemudian di Bogor, opsi menaikan harga sepertinya sudah diambil oleh para pengrajin dan pedagang setempat. Kenaikan harga tempe sudah terjadi sebesar Rp2.000Â per kg.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor Mohamad Soleh. Menurutnya, kenaikan memang tidak dapat dihindari dan sesuai prediksi Pemerintah Pusat.
"Yang mulai terlaporkan untuk tempe ukuran besar sekitar 1 kilogram naik Rp2.000 itu," kata Soleh, Senin 14 Februari lalu.
Soleh mengungkapkan, informasi kenaikan harga itu hasil pemantauan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Bogor dan Pasar Kebon Kembang. Harga tempe ukuran 1 kilogram naik 15 persen dari Rp13.000 menjadi Rp15.000.